Deklarasi AMJ, Walikota Tekankan Pentingnya Objektivitas dan Kode Etik Jurnalistik

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas dalam dunia jurnalistik (foto; joko/nuansabengkulu.com)

BENGKULU – Dalam sambutannya pada Deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Kamis (12/02/2026), Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas dalam dunia jurnalistik.

Menurut Dedy, pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Ia menekankan bahwa profesi wartawan sama halnya dengan dokter dan profesi lainnya yang memiliki aturan dan kode etik yang jelas.

“Pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Dari sekian banyak profesi, wartawan juga salah satu profesi yang punya kode etik,” ujar Dedy.

Ia juga menyoroti bahwa Undang-Undang Pers memiliki kekhususan tersendiri, tanpa aturan turunan maupun petunjuk teknis (juknis), karena substansinya sudah jelas dan tegas. Hal tersebut, kata dia, menjadi salah satu penanda lahirnya era reformasi di Indonesia.

“Undang-Undang Pers itu khusus, tidak ada turunannya, tidak ada juknisnya, karena semua yang tertuang sudah jelas dan tegas. Ini menandai lahirnya reformasi. Salah satu pilihan reformasi adalah pers yang sehat dan pers yang berdaulat,” tegasnya.

Dedy pun mengimbau kepada seluruh insan pers, baik media online maupun media mainstream, untuk menjaga marwah profesi jurnalistik. Ia menyampaikan pesan tersebut sebagai sesama kolega yang pernah berkecimpung lebih dahulu di dunia jurnalistik.

“Saya menghimbau sebagai sahabat, mungkin yang lebih dulu terjun di dunia jurnalis, tolong kawan-kawan jaga profesi ini. Insya Allah dari sinilah kita bisa melahirkan karya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak tokoh besar di Indonesia lahir dari dunia pers, mulai dari tokoh pergerakan kemerdekaan hingga figur-figur nasional saat ini.

“Saya juga baru tahu, ternyata Deputi Gubernur Bank BI, Thomas Djiwandono dulu kurang lebih dua tahun menjadi wartawan di Tempo. Kemudian Budi Arie Setiadi juga seorang wartawan. Banyak tokoh besar, baik yang aktif hari ini maupun para pendahulu, lahir dari pers,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Dedy mengingatkan pentingnya objektivitas dan prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan.
“Kita dituntut untuk objektif dalam sebuah peristiwa. Maka ketika kita memberitakan sebuah peristiwa, jangan lupakan prinsip keberimbangan,” pungkasnya. (Jk)

Exit mobile version