REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong tetap melaksanakan kegiatan Safari Ramadan tahun 2026, meskipun dengan konsep yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan tersebut digelar hampir sepanjang bulan suci Ramadan dengan banyak titik kunjungan, tahun ini Safari Ramadan hanya dilaksanakan di 10 titik yang telah dijadwalkan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Rejang Lebong, Darmansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Safari Ramadan tetap berjalan dengan baik sesuai agenda yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, walaupun hanya 10 titik, Safari Ramadan tetap kita laksanakan. Dalam kondisi apa pun, kegiatan ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Setiap titik yang kita kunjungi, sambutan dari masyarakat, pengurus agama, perangkat desa hingga pihak kecamatan luar biasa sekali,” ujar Darmansyah, Selasa (03/03/2026)
Ia menjelaskan, pembatasan jumlah titik kunjungan tahun ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi efisiensi anggaran. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi makna dan tujuan utama Safari Ramadan, yakni mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Menurutnya, antusiasme warga di setiap lokasi kunjungan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masyarakat yang hadir dalam setiap kegiatan Safari Ramadan.
“Rata-rata pelaksanaan Safari Ramadan di setiap titik selalu ramai. Masyarakat sangat senang karena ini menjadi momen kebersamaan yang tidak setiap waktu ada. Selain bersilaturahmi, pemerintah juga bisa langsung mendengar aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Safari Ramadan biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, tausiyah, serta penyerahan bantuan kepada rumah ibadah maupun masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara jajaran pemerintah daerah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
“Walaupun hanya 10 kali pelaksanaan selama Ramadan, yang terpenting adalah esensi kebersamaan dan silaturahminya tetap terjaga,” tegasnya.
” Kami berharap ke depan pelaksanaan Safari Ramadan dapat kembali digelar lebih luas seperti tahun-tahun sebelumnya, apabila kondisi anggaran memungkinkan. Namun untuk tahun ini, dengan segala keterbatasan, kegiatan tetap berjalan lancar dan penuh makna bagi masyarakat,” tutupnya. (Jk)
