KKN IAIN Rejang Lebong Diharapkan Bawa Inovasi bagi Desa Air Meles Atas

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Rejang Lebong bersama Kades Air Meles Atas (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Rejang Lebong melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong selama 45 hari. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kerja yang disesuaikan dengan potensi desa.

Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, menyambut baik kedatangan para mahasiswa KKN. Ia mengatakan, pemerintah desa siap mendukung seluruh program yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

“Mereka datang membawa program-program yang tentunya disesuaikan dengan potensi desa. Kami dari pemerintah desa sifatnya mendukung, membina, dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Semoga KKN ini memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pengembangan potensi desa,” ujar Syamsul, jumat (17/07/2026)

Ia juga berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di desa untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Harapan kami mereka bisa membawa semangat bagi pemuda-pemuda di desa. Selama ini masih ada warga yang putus sekolah. Dengan hadirnya adik-adik mahasiswa ini diharapkan bisa memotivasi mereka bahwa pendidikan itu sangat penting, terlebih di era digital saat ini yang menuntut pola pikir lebih maju dan inovatif untuk kemajuan diri maupun masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN IAIN Rejang Lebong, Dedi Rahmat Kuncoro, mengatakan program kerja awal yang akan dilaksanakan adalah pembuatan plang penunjuk nama dusun agar memudahkan masyarakat maupun pendatang mengenali wilayah dusun di Desa Air Meles Atas.

“Untuk program awal, hasil diskusi teman-teman adalah membuat plang nama dusun satu, dusun dua, dan seterusnya agar masyarakat mengetahui batas dan nama dusun,” jelas Dedi.

Selain itu, pihaknya masih menyusun program kerja lainnya dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan yang dapat dibantu selama pelaksanaan KKN.

“Kami juga akan berdiskusi dengan warga untuk mengetahui apa saja keluhan atau kebutuhan yang bisa kami bantu melalui program KKN. Di Desa Air Meles Atas ini terdapat dua kelompok mahasiswa KKN yang akan menjalankan pengabdian selama 45 hari,” pungkasnya. (Jk)

Exit mobile version