Sekda Kaur: Pramuka Didorong Terus Berinovasi dan Dukung Penuh Swasembada Pangan

Sekertaris Daerah Dr. Nasrur Rahman, Kabupaten Kaur. (Foto: Eko/nuansabengkulu.com)

KAUR — Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 digelar secara khidmat di Lapangan Merdeka, Bintuhan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur sekaligus Sekretaris Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kaur, Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan tersebut. Ia hadir mewakili Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP, yang berhalangan hadir langsung karena sedang menjalankan tugas kedinasan lainnya.

Sebelum menyampaikan amanat, Nasrur Rahman terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf sekaligus pesan dari Bupati Kaur Gusril Pausi kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka yang hadir. Dalam pesannya, Bupati menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan aset sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan kepanduan, melainkan wadah pendidikan nonformal yang memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian generasi muda. Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, generasi muda dibekali nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap tanah air,” ujar Gusril dalam pesan yang dibacakan Sekda.

Bupati juga berharap Gerakan Pramuka di Kabupaten Kaur terus berkembang, mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, namun tetap teguh memegang nilai-nilai luhur dasar pendidikan kepramukaan.

Selanjutnya, Nasrur Rahman membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso, dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026. Budi Waseso menyampaikan bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka adalah perjalanan panjang yang penuh pengabdian, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, serta cinta tanah air.

“Dari generasi ke generasi, Pramuka telah melahirkan pemimpin, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, hingga relawan kemanusiaan yang mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma menjadi pedoman utama agar setiap anggota mampu tangguh menghadapi perubahan zaman,” ungkap Budi Waseso dalam amanatnya.

Ia menekankan bahwa Hari Pramuka bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas yang maju, berdaulat, bermartabat, dan sejahtera.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Camporee Nasional VII 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema ini merupakan wujud komitmen Pramuka dalam mendukung Asta Cita Pemerintah RI, khususnya di bidang swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.

Budi Waseso menjelaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar soal tanam-menanam, melainkan mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, hingga pengelolaan sumber daya alam. Oleh karena itu, Pramuka mendorong generasi muda untuk memiliki budaya produktif, mencintai sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, peduli lingkungan, serta mampu memanfaatkan teknologi tepat guna dan berjiwa wirausaha sejak dini.

Gerakan Pramuka juga terus mengembangkan pola pendidikan dari konsep learning by doing menjadi belajar, bertindak, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat, guna melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu memberikan solusi atas tantangan yang ada.

Exit mobile version