REJANG LEBONG – Pemerintah Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, menegaskan pembangunan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat masih menjadi perhatian utama dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Kepala Desa Sambirejo, Daniel Mareza, S.E., mengatakan, pada dasarnya masyarakat menginginkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan masing-masing. Namun, keinginan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi secara berjenjang, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Kalau terkait di Musrenbangdes, terkait pembangunan, pada umumnya pembangunan dasar yang ada di desa. Keinginan masyarakat itu kan. Cuma terkadang kami sebagai pimpinan di desa tentu punya kebijakan yang disesuaikan dengan anggaran,” ujar Daniel.
Menurutnya, kondisi anggaran saat ini menuntut pemerintah desa untuk lebih selektif dalam menentukan program pembangunan. Setiap penggunaan anggaran harus benar-benar diarahkan kepada kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Yang diinginkan masyarakat itu sesuai dengan kebutuhan. Tapi kita juga harus menyadari dengan kondisi negara yang sedang perbaikan. Penggunaan anggaran, baik di tingkat desa, kabupaten, provinsi bahkan nasional, juga sedang efisiensi. Artinya harus tepat sasaran,” jelasnya.
Daniel mengakui, kondisi tersebut terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa. Sebab, pemerintah desa merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sementara hampir setiap kebutuhan warga dinilai sebagai sesuatu yang prioritas.
“Kadang kami juga terbentur. Kami di desa ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Artinya masyarakat itu merasa segalanya prioritas,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Sambirejo mengapresiasi sikap masyarakat yang dinilai tetap mendukung pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Salah satunya melalui kegiatan gotong royong dan swadaya untuk memperbaiki sejumlah jalan di wilayah desa.
Daniel menyebut, dukungan tersebut bahkan telah berjalan di hampir setiap dusun. Masyarakat secara bersama-sama melakukan perbaikan jalan sesuai kemampuan masing-masing.
“Alhamdulillah kami melihat masyarakat kami masih ada rasa empati dan dukungan, terutama untuk merehab jalan. Mereka melakukan secara swadaya. Entah sedikit, entah tebal, entah tipis, yang penting jalan kami rapikan dengan swadaya dan support masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, nilai bantuan atau besaran swadaya bukan menjadi ukuran utama. Yang terpenting, menurutnya, terdapat kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga serta memperbaiki fasilitas yang ada di lingkungan mereka.
Sementara itu, dalam pelaksanaan Musrenbangdes, salah satu aspirasi yang cukup menonjol dari masyarakat berkaitan dengan perbaikan instalasi air. Kebutuhan tersebut dinilai penting mengingat masyarakat sempat menghadapi kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air.
“Kalau keinginan beberapa masyarakat yang mengikuti Musrenbang kemarin, setelah kami jelaskan kondisi anggaran yang belum tahu nantinya, kami masih berdasarkan pagu lama, mereka lebih menginginkan perbaikan instalasi air. Mungkin karena kemarin kita sempat mengalami kemarau panjang, terkadang air itu menjadi sebuah kebutuhan,” jelas Daniel.
Kendati demikian, Daniel menegaskan, penetapan skala prioritas pembangunan Desa Sambirejo belum diputuskan. Pemerintah desa masih dalam tahap menampung dan menginventarisasi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam Musrenbangdes.
Ia memastikan, aspirasi yang belum dapat direalisasikan pada tahun berjalan tidak serta-merta dihapus. Usulan tersebut akan kembali menjadi bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan pada tahun berikutnya.
“Musrenbang untuk penentuan skala prioritas memang belum kami rapatkan kembali, karena kami juga baru menerima aspirasi masyarakat. Alhamdulillah masyarakat yang hadir kemarin, kalau memang belum ada yang tersalurkan di tahun ini, usulan mereka menjadi prioritas di tahun depan,” ujarnya.
Daniel berharap, kondisi fiskal pemerintah ke depan semakin membaik sehingga ruang anggaran untuk pembangunan di tingkat desa dapat kembali meningkat. Dengan demikian, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme Musrenbangdes dapat direalisasikan secara bertahap.
“Pembangunan ini kontinu. Usulan dari tahun 2025 ke 2026, kalau itu menjadi prioritas, kita harapkan bisa menjadi prioritas di tahun 2027. Itu harapan kami,” pungkasnya. (Jk)
