Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,02 persen atau 3 poin menjadi Rp17.884 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin, nilai tukar rupiah ditutup naik 0,07 menjadi Rp17.887 per dolar AS. Nilai tukar rupiah hari ini diprakirakan bergerak di kisaran Rp17.880 hingga Rp17.930 per dolar AS.
Di dalam negeri pelaku pasar mencermati posisi cadangan devisa hingga akhir September 2026. Cadangan devisa Indonesia turun ke level USD146,4 miliar pada September dari level USD146,5 miliar di Agustus 2026.
“Cadangan devisa relatf stabil, ini memberi sinyal bahwa Bank Indonesia masih memiliki ruang memadai untuk menjaga stabilitas rupiah. Artinya, Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen lain untuk menjaga kestabilan rupiah,” kata Tim Analis dari Phintraco Sekuritas, Kamis, 8 Oktober 2026.
BI juga melaporkan, Uang Primer Adjusted tumbuh sebesar 9,3 persen secara tahunan pada September 2026. Pertumbuhan itumelanjutkan tren positif pada Agustus 2026 yang tumbuh sebesar 16,3 persen.
“Perkembangan Uang Primer dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang beredar. Uang kartal yang beredar tumbuh 11,8 persen secara tahunan di bulan September 2026,” ujar Tim Phintraco.
Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati risalah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis the Fed. Risalah ini akan menjadi petunjuk bagi pasar mengenai kebijakan moneter dan suku bunga the Fed ke depan.
Sementara itu indeks dolar AS hari ini bergerak di level 102,23-102,25. Indeksnya menguat sekira 0,42 persen dibandingkan sebelumnya.
