Disdikbud Rejang Lebong Road Show ke Sekolah, Lestarikan Tari Sakral Kejei

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong melalui Bidang Kebudayaan menggelar program road show go to school untuk mengedukasi dan melatih kesenian adat daerah (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong melalui Bidang Kebudayaan menggelar program road show go to school untuk mengedukasi dan melatih kesenian adat daerah, khususnya Tari Kejei dan tari persembahan, kepada para pelajar.
Kepala Disdikbud Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya melestarikan adat istiadat dan kesenian daerah agar tetap hidup di tengah generasi muda.

“Ini bagian dari komitmen kami melestarikan adat istiadat Rejang Lebong, salah satunya melalui kesenian. Bidang kebudayaan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi Tari Kejei dan tari persembahan,” ujar Zakaria.

Program road show ini diawali dari sekolah-sekolah terdekat, kemudian akan berlanjut ke sekolah-sekolah yang jaraknya lebih jauh. Setiap sekolah direncanakan mendapat pendampingan selama tiga hari, dengan minimal 25 peserta didik per sekolah, dan dapat menyesuaikan jika jumlah peserta lebih banyak.

Zakaria menegaskan, Tari Kejei yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional harus terus dijaga kelestariannya agar tidak punah.

“Walaupun saat ini kita dalam kondisi efisiensi anggaran, kegiatan ini tetap berjalan. Bahkan ini nol anggaran. Kami di Disdikbud, khususnya Bidang Kebudayaan, tetap berkarya dan bekerja menjalankan tugas pokok dan fungsi demi menyukseskan visi dan misi Kabupaten Rejang Lebong,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kebiasaan penggunaan tari persembahan dari daerah lain dalam penyambutan tamu. Menurutnya, Rejang Lebong memiliki adat dan tari sendiri yang layak ditampilkan sebagai identitas daerah.
“Kita berpikir, kenapa tidak menggunakan adat kita sendiri. Tari Kejei dan unsur adat Rejang Lebong bisa menjadi ciri khas dalam penyambutan dan penerimaan tamu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zakaria menyebut kegiatan ini dapat disinergikan dengan ekstrakurikuler sekolah yang anggarannya bersumber dari Dana BOS, dengan koordinasi Bidang Kebudayaan Disdikbud untuk turun langsung membimbing dan mensosialisasikan tari adat daerah.
“Alhamdulillah, beberapa hari ini kami sudah turun di SMP Negeri 1. Ke depan ditargetkan seluruh SMP bisa mendapatkan kegiatan ini,” katanya.

Selain Tari Kejei, Disdikbud juga membuka ruang bagi sekolah di wilayah tertentu, terutama kecamatan bagian atas, untuk memasukkan tarian khas daerah masing-masing, termasuk unsur adat seperti bakul sirih.

Dalam pelaksanaannya, satu sekolah akan mendapatkan edukasi selama dua hingga lima hari. Jika peserta didik masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut, tim Bidang Kebudayaan siap memberikan bimbingan secara lebih detail.
“Kita lihat bakat anak-anak seperti apa. Kalau masih belum mengerti, kami siap membantu sampai benar-benar paham,” pungkas Zakaria. (Jk)

Exit mobile version