DPRD Provinsi Bengkulu Ikut Serta Sukseskan ‘Rembuk Tani’ Bersama Menko Pangan

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, hadir langsung ke lokasi rembuk tani dan mendengarkan suara petani. (Foto: Eko/nuansabengkulu.com)

Bengkulu, nuansabengkulu.com – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, memilih turun langsung ke tengah sawah daripada sekadar menerima laporan di ruang rapat. Di hamparan persawahan Jalan Danau, Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, ia duduk bersama petani dalam forum rembuk tani yang berlangsung.

Suasana forum terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni, melainkan ruang terbuka tempat petani berbicara apa adanya. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membuat dialog semakin hidup karena harapan petani untuk didengar langsung oleh pemerintah pusat terasa lebih dekat.

Satu per satu petani menyampaikan keluhan. Mulai dari sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu, jaringan irigasi yang belum merata, hingga persoalan klasik seperti harga panen yang naik turun tanpa kepastian. Bahkan, beberapa petani mengaku hasil panen mereka kerap tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Sumardi terlihat serius menyimak. Ia sesekali mencatat dan berdiskusi langsung dengan petani, memastikan tidak ada persoalan yang terlewat. Baginya, kebijakan tidak boleh lahir dari asumsi, melainkan dari realitas di lapangan.

“Kalau kita ingin kebijakan tepat sasaran, maka kita harus mendengar langsung dari petani,” ujarnya di sela kegiatan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Eko/nuansabengkulu.com)

Tak hanya persoalan produksi, isu distribusi juga menjadi sorotan. Petani mengeluhkan terbatasnya akses pasar yang membuat mereka bergantung pada tengkulak. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang sering kali tidak menguntungkan.

”Menanggapi hal tersebut, Sumardi menegaskan bahwa DPRD akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia memastikan hasil rembuk tani tidak akan berhenti sebagai catatan semata, tetapi akan diperjuangkan dalam bentuk kebijakan nyata.

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Mian, serta Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian di daerah.

Sumardi berharap kunjungan Zulkifli Hasan dapat mempercepat realisasi program strategis nasional di Bengkulu, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Di tengah terik matahari dan suara gemericik air sawah, rembuk tani ini menjadi lebih dari sekadar forum. Ia berubah menjadi jembatan harapan, tempat suara petani bertemu dengan pengambil kebijakan. Sebuah langkah kecil di sawah, namun berpotensi membawa dampak besar bagi masa depan pertanian Bengkulu. (Adv/ko)

Exit mobile version