REJANG LEBONG – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Sintara Putri Umarro, MM, menggelar reses masa sidang II Tahun Sidang 2026 di Balai Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, pertanian, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Dalam dialog bersama warga, mayoritas usulan yang disampaikan berkaitan dengan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), khususnya yang mendukung akses menuju kawasan wisata Bukit Kaba.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sintara Putri Umarro, mengatakan aspirasi masyarakat Desa Air Meles Atas akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah provinsi.
“Untuk kegiatan reses hari ini, aspirasi masyarakat Desa Air Meles Atas lebih banyak mengutamakan Jalan Usaha Tani, terutama yang mendukung sektor wisata. Salah satunya jalan dari Simpang Bukit Jipang menuju Bukit Kaba. Insya Allah hal ini bisa sejalan dengan program Bapak Gubernur,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan dua titik Jalan Usaha Tani di Dusun 1 dan Dusun 5. Menurut Sintara, usulan tersebut akan dibawa dalam pembahasan di tingkat Provinsi Bengkulu.
“Insya Allah dua usulan JUT di Dusun 1 dan Dusun 5 akan kami usulkan untuk diparipurnakan di Provinsi Bengkulu. Mudah-mudahan ada anggaran yang dapat membantu Desa Air Meles Atas maupun desa lainnya di Kecamatan Selupu Rejang,” katanya.
Tak hanya soal infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai distribusi pupuk bersubsidi. Warga berharap proses memperoleh pupuk dapat dipermudah tanpa harus melalui mekanisme yang dinilai berbelit melalui kelompok tani.
Menanggapi hal itu, Sintara menyatakan seluruh aspirasi akan dipantau dan diperjuangkan. Ia juga meminta pemerintah desa menyiapkan proposal sebagai dokumen pendukung usulan.
“Nanti pada tanggal 20 aspirasi ini akan diparipurnakan di provinsi. Kami akan memantau perkembangannya. Jika memungkinkan, saya akan menghubungi kepala desa agar masyarakat dapat menyampaikan proposal kepada kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, mengapresiasi pelaksanaan reses yang digelar di desanya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
“Atas nama masyarakat Desa Air Meles Atas, kami mengucapkan terima kasih karena desa kami dipilih sebagai lokasi reses. Tadi masyarakat telah menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari Jalan Usaha Tani, persoalan pupuk, hingga pembukaan akses wisata menuju Bukit Kaba,” ujar Syamsul.
Ia berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi wisata Desa Air Meles Atas. (Jk)
