Lapas Curup Siaga Kebakaran, Petugas dan Warga Binaan Ikuti Simulasi Damkar

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat terjadi selama musim kemarau, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong untuk menggelar simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas Lapas Curup serta warga binaan sebagai penghuni lapas. Simulasi diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, baik di ruang hunian maupun lingkungan perkantoran.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko serta meningkatkan kemampuan petugas dan warga binaan dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

“Untuk upaya-upaya penanggulangan kebakaran, kita menggandeng dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan simulasi. Tujuannya agar penanganan bahaya kebakaran dan mitigasi risikonya dapat dilakukan dengan baik,” ujar Untung, Sabtu (5/9/2026).

Simulasi tidak hanya ditujukan kepada petugas, tetapi juga warga binaan yang berada di dalam kamar hunian. Mereka diberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran, termasuk penggunaan alat pemadam kebakaran sebagai tindakan awal.

“Petugas kami dan warga binaan mengikuti kegiatan ini. Kita mengantisipasi bagaimana cara penanganan apabila terjadi kebakaran, baik di kamar maupun di lingkungan kantor,” jelasnya.

Untung menambahkan, melalui simulasi tersebut, seluruh pihak di lingkungan Lapas Curup diharapkan memiliki pengetahuan dasar untuk mencegah serta menangani kebakaran sebelum api semakin membesar.
Selain penggunaan alat pemadam kebakaran, perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik dan penggunaan gas.

“Sering terjadi kebakaran di rumah maupun kantor karena korsleting listrik. Karena itu, kami menyampaikan kepada petugas agar setelah menggunakan peralatan listrik, semuanya dicabut dan diperiksa kembali,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga binaan agar tidak melakukan pemasangan atau penggunaan instalasi listrik secara ilegal.

“Warga binaan tidak boleh menggunakan listrik secara liar, misalnya mengambil kabel dari atas plafon. Sejauh ini kita juga sudah melakukan pengecekan dan tidak ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Untung.

Untung menyebutkan, hingga saat ini Lapas Kelas IIA Curup belum pernah mengalami musibah kebakaran. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya lengah, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Selain simulasi, pihak Lapas Curup bersama Damkar juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran.
Beberapa langkah yang direncanakan di antaranya penyediaan kran air, tandon atau penampungan air, serta hidran yang dapat digunakan sebagai sarana penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

“Kita sudah menentukan titik-titik yang memungkinkan untuk dilakukan pencegahan, seperti membangun atau membuat kran air, tandon air maupun hidran sebagai upaya pertama dalam penanggulangan bahaya kebakaran,” ungkapnya.

Langkah tersebut sangat penting mengingat Lapas Curup memiliki sejumlah ruang perkantoran dan blok hunian yang harus mendapat pengawasan secara rutin.

“Ruangan kantor dan ruangan hunian harus kita jaga dan deteksi. Hal ini tentunya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” katanya.

Untung juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Damkar Kabupaten Rejang Lebong atas kerja sama dan edukasi yang diberikan kepada petugas serta warga binaan.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui simulasi tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh penghuni lapas sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.

“Alhamdulillah, selama ini kondisi Lapas Curup tetap aman dan kondusif. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap seluruh petugas dan warga binaan semakin memahami upaya pencegahan serta penanganan apabila terjadi bahaya kebakaran,” pungkasnya. (Jk)

Exit mobile version