REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) saat ini memprioritaskan sejumlah pekerjaan infrastruktur yang dinilai mendesak dan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, ST, mengatakan, di tengah kondisi anggaran dan kebutuhan pembangunan saat ini, pihaknya melakukan penentuan skala prioritas dengan mengutamakan infrastruktur yang tingkat urgensinya tinggi.
“Karena dengan kondisi kita sekarang ini, prioritas-prioritas yang paling urgent dan mungkin langsung dampaknya kepada masyarakat itu yang menjadi prioritas kita,” ujar Luhur, Kamis (08/10/2026)
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian Dinas PUPRPKP yakni penanganan jalan berlubang di wilayah Kelurahan Talang Rimbo. Ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut berada pada jalur Simpang Macang hingga Simpang Korem.
Luhur menjelaskan, pekerjaan tersebut telah dialokasikan melalui APBD Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai anggaran sekitar Rp2,8 miliar.
Namun, proses pengadaan sebelumnya belum berhasil karena tidak ada penyedia yang mengajukan penawaran. Untuk itu, proses tender saat ini kembali dibuka agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan.
“Itu sudah dalam lelang, tidak ada yang menawar dan ini sudah kita buka lagi lelang tender ulangnya. Lokasinya dari Simpang Macang sampai ke Simpang Korem, anggarannya sekitar Rp2,8 miliar,” jelasnya.
Penanganan jalan tersebut akan dilakukan dengan melihat tingkat kerusakan di lapangan. Titik-titik jalan yang kondisinya paling parah akan menjadi bagian yang diprioritaskan untuk ditangani.
“Karena itu memang jalan kewenangan kabupaten. Jalan-jalan yang berlubang, jadi spot-spot. Mana yang parah, itu yang kita tangani dan kita utamakan,” katanya.
Selain sektor jalan, Dinas PUPRPKP juga memprioritaskan penanganan infrastruktur drainase di kawasan Gang Cokro. Pekerjaan tersebut merupakan sambungan dari pembangunan drainase yang telah dilaksanakan pada 2025 lalu.
Luhur menyebutkan, kondisi drainase di kawasan tersebut mengalami abrasi sehingga membutuhkan penanganan lanjutan melalui bidang Cipta Karya.
“Untuk berikutnya ada drainase sambungan dari yang sudah dikerjakan tahun 2025 lalu di daerah Gang Cokro. Di bidang Cipta Karya, drainasenya mengalami abrasi,” ungkapnya.
Ia memastikan pekerjaan yang telah masuk dalam prioritas tersebut telah melalui kajian teknis oleh tim terkait. Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.
“Kalau target, dengan kajian dari teman-teman, insya Allah selesai karena sudah dikaji secara teknis. Waktunya masih cukup untuk kita selesaikan,” katanya.
Luhur juga menilai faktor cuaca sejauh ini masih cukup mendukung pelaksanaan pekerjaan. Terlebih, sejumlah pekerjaan konstruksi memiliki tahapan teknis yang membutuhkan waktu tertentu, termasuk proses pengecoran yang membutuhkan masa pengerasan sekitar 28 hari.
“Kalau pengecoran kan 28 hari. Berarti tahun ini bakal pengerjaannya selesai tepat waktu. Dari iklim juga tidak ada kendala dengan cuaca, kemungkinan cuacanya masih mendukung,” pungkasnya. (Jk)
