Kaur – Kasus gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, masih menjadi perhatian, terutama di wilayah Padang Guci, Kecamatan Kelam Tengah. Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur meminta seluruh puskesmas meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan gigitan hewan berisiko rabies.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sapuan Ilyas, SKM, MAP, mengatakan pemahaman masyarakat tentang rabies perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, edukasi penting agar masyarakat tidak keliru dalam menilai risiko penularan maupun menentukan langkah penanganan setelah mengalami gigitan hewan.
“Tidak semua gigitan anjing berarti hewan tersebut terinfeksi rabies, tetapi setiap gigitan yang berisiko harus ditangani secara serius,” ujar Sapuan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh luka gigitan dan segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan penilaian risiko yang tepat.
Sapuan menjelaskan, masyarakat yang mengalami gigitan hewan perlu segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan agar luka dapat ditangani sesuai prosedur. Tenaga kesehatan akan melakukan penilaian untuk menentukan kebutuhan pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun tindakan medis lainnya berdasarkan tingkat risiko paparan.
Terkait ketersediaan vaksin, Sapuan menyebut stok VAR di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur saat ini tergolong mencukupi untuk mendukung penanganan kasus yang membutuhkan vaksinasi. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mengikuti arahan tenaga kesehatan dan tidak menentukan sendiri perlu atau tidaknya pemberian vaksin.
Ia juga menegaskan, pengamatan terhadap hewan yang menggigit tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan medis. Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian gigitan kepada petugas kesehatan agar penanganan dapat dilakukan tanpa keterlambatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur berharap peningkatan edukasi melalui puskesmas dapat memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah Padang Guci dan Kecamatan Kelam Tengah. Melalui pemahaman yang benar, pelaporan cepat, serta penanganan medis sejak dini, risiko penularan rabies diharapkan dapat ditekan. (Adv)
