Tak Bisa Dirikan Wahana Hiburan, Ismail Marzuki Sebut Keramaian Bisa Dongkrak Ekonomi Pedagang Lokal

Sket semarak merah putih (foto; dok)

REJANG LEBONG – Pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih yang digelar sebagai ajang pesta rakyat di Kabupaten Rejang Lebong diharapkan mampu menghadirkan suasana meriah sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang lokal.

Namun, di tengah persiapan kegiatan tersebut, Ismail Marzuki selaku penyedia jasa hiburan anak-anak sekaligus koordinator lapangan menyampaikan keluhannya karena tidak dapat mendirikan wahana permainan yang telah dipersiapkan.

Ismail menegaskan bahwa dirinya bukan penyelenggara pasar malam, melainkan penyedia wahana hiburan yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak.

Menurutnya, wahana yang disiapkan dirancang untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, terutama keluarga yang membawa anak-anak berkunjung ke lokasi kegiatan.

“Saya ini bukan orang pasar malam. Saya penyedia hiburan khusus anak-anak. Wahana yang kami siapkan disusun sesuai aturan pemerintah, dengan memperhatikan ketertiban dan kerapian,” ungkap Ismail.

Ia berharap keberadaan wahana permainan anak-anak dapat menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga benar-benar menjadi pesta rakyat yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Menurut informasi, ismail mengatakan bahwa aturan berdiri wahana tersebut tidak di bolehkan oleh pemerintah Daerah, kenapa? Sedangkan ini pesta rakyat bukan pesta sekelompok orang tertentu

“Apakah ada larangan dari perda atau UU tertentu jika memang ada perda nya tolong dijelaskan,” tegasnya.

Menurut Ismail, semakin semarak dan meriah sebuah kegiatan, semakin besar pula peluang untuk menarik pengunjung, baik dari dalam Kabupaten Rejang Lebong maupun dari kabupaten tetangga.

Kehadiran pengunjung dalam jumlah lebih banyak dinilai dapat memberikan efek positif terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan, terutama bagi para pedagang lokal yang menggantungkan pendapatan dari keramaian acara.

“Gebyar Semarak Merah Putih ini kan pesta rakyat. Kalau acaranya lebih semarak dan meriah, tentu akan semakin banyak orang yang datang, bukan hanya dari kabupaten kita, tetapi juga dari kabupaten tetangga. Dampaknya, para pedagang lokal juga bisa mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Ismail berharap pihak-pihak terkait dapat mempertimbangkan keberadaan wahana hiburan anak-anak sebagai bagian dari upaya memeriahkan kegiatan tersebut, tentunya dengan tetap mengedepankan aturan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.

Ia juga berharap ada komunikasi dan solusi yang baik agar penyedia hiburan dapat berpartisipasi, sehingga Gebyar Semarak Merah Putih benar-benar menjadi ruang hiburan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal. (Jk)

Exit mobile version