Kaur – Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 40 anak mengalami stunting hingga September 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 69 anak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Yosep Pratama, mengatakan angka stunting di Kabupaten Kaur masih tergolong rendah dibandingkan kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil upaya bersama berbagai pihak dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting.
Berdasarkan data September 2026, kasus stunting tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Kaur. Rinciannya, Nasal 6 anak, Bintuhan 7 anak, Muara Tetap 1 anak, Muara Sahung 2 anak, Gedung Wani 2 anak, Mentiring 4 anak, Tanjung Kemuning 6 anak, Beringin Tinggi 1 anak, Kelam Tengah 1 anak, dan Padang Guci Hilir 9 anak.
“Dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 69 anak, jumlah stunting tahun ini mengalami penurunan,” ujar Yosep. Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar penurunan angka stunting dapat terus dipertahankan.
Tim kerja penanganan stunting tingkat Kabupaten Kaur diketuai Wakil Bupati Kaur, dengan Dinas Keluarga Berencana (KB) sebagai sektor utama. Pelaksanaannya didukung sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan, sesuai dengan peran masing-masing.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggencarkan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting. Selain itu, tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri mulai tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga menjelang pernikahan melalui puskesmas.
Dinas Kesehatan berharap berbagai program tersebut dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi. Pemantauan pertumbuhan anak, edukasi kepada keluarga, serta koordinasi lintas sektor dinilai tetap penting untuk memastikan penanganan stunting berjalan berkelanjutan. (Adv)
