Bengkulu Selatan – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pertanian dengan menargetkan daerah ini sebagai salah satu lumbung pangan unggulan di Provinsi Bengkulu. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi padi melalui penguatan sarana, prasarana, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan, (10/6/26).
Selama ini, Bengkulu Selatan telah dikenal sebagai penghasil beras berkualitas, seperti beras dari wilayah Seginim dan Kedurang yang memiliki reputasi baik di tengah masyarakat. Potensi tersebut dinilai masih dapat dioptimalkan guna meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra pangan.
Bupati Rifai Tajuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Bengkulu Selatan sebagai penghasil padi terbanyak sekaligus terbaik, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional. Saat ini, luas lahan persawahan di Bengkulu Selatan mencapai sekitar 7.800 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.
“Target kita menjadi yang terbaik di Provinsi Bengkulu, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional dalam produksi padi dan beras,” ujar Rifai.
Upaya peningkatan sektor pertanian ini turut didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia
yang telah menyalurkan bantuan berupa enam unit alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis jonder untuk mendukung produktivitas petani.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat infrastruktur penunjang pertanian, khususnya sistem irigasi dan ketersediaan sumber air. Sejumlah kawasan strategis seperti Seginim dan Kedurang menjadi prioritas pengembangan karena memiliki dukungan sumber air yang memadai. Normalisasi bendungan seperti Selebang dan Selepah juga telah dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi air ke lahan persawahan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan optimistis dapat memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penghasil padi unggulan sekaligus lumbung pangan di Provinsi Bengkulu. (Adv)
