BOJONEGORO – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro secara resmi memulai pekerjaan pembangunan jembatan di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Pembangunan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung hingga 13 Agustus 2026.
Jembatan ini memiliki peran sangat vital bagi kehidupan masyarakat setempat, karena menjadi akses utama yang digunakan warga setiap hari untuk menuju lahan pertanian, mengangkut hasil panen, serta menjangkau sekolah dan berbagai layanan publik lainnya.
Sejak tahap awal pekerjaan dimulai, personel TNI bersama warga desa bekerja bahu-membahu secara gotong royong untuk menyiapkan bahan bangunan dan melaksanakan konstruksi. Semangat kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan utama yang mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Satgas TMMD merancang dan membangun jembatan dengan konstruksi yang lebih kokoh dan kuat, sehingga aman digunakan dalam jangka panjang. Peningkatan kualitas infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mempermudah dan mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar maupun pusat pengumpulan.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena usulan pembangunan jembatan yang sudah lama diharapkan akhirnya dapat terealisasi melalui program TMMD ke-129 ini.
“Jembatan ini adalah akses utama masyarakat kami, terutama para petani yang setiap hari melintas membawa hasil panen. Oleh karena itu, keberadaannya sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga,” ujar Kusnadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Kami berharap seluruh masyarakat juga turut berperan aktif menjaga dan merawat hasil pembangunan ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana fisik, melainkan juga memperkuat kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan masyarakat.
“Kegiatan TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam berkolaborasi membangun desa tercinta,” jelas Purnomo.
Selain pembangunan jembatan di Dusun Mundu, rangkaian kegiatan TMMD ke-129 di Desa Kesongo juga mencakup pembangunan jalan cor beton, drainase, rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasi ruang kelas sekolah, hingga normalisasi saluran afvoer.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Purnomo berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai dan bermanfaat sepenuhnya bagi warga.
“Setelah selesai dibangun, jembatan ini diharapkan dapat menjadikan akses warga Dusun Mundu lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.
Dengan adanya jembatan yang baru dan lebih kokoh, diharapkan dapat semakin mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat, serta secara bertahap meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Kesongo.
