BOJONEGORO – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus mempererat kedekatan dengan masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Selain fokus membangun infrastruktur, personel juga turun langsung melakukan kunjungan verifikasi ke rumah warga calon penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Salah satu kunjungan dilakukan ke kediaman Tini (50 tahun), warga yang tercatat dalam daftar penerima program RTLH. Kegiatan ini merupakan tahap penting sebelum pekerjaan perbaikan rumah resmi dimulai.
Di lokasi, tim Satgas tidak hanya memeriksa secara teliti kondisi bangunan, tetapi juga berdialog langsung dengan Tini untuk memahami kondisi keluarganya serta kebutuhan yang paling mendesak. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa rumah yang ditempati Tini beserta keluarganya membutuhkan perbaikan menyeluruh, mengingat dinding hingga atap bangunan sudah rusak parah karena faktor usia.
Pendekatan langsung seperti ini menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TMMD. Selain menjamin keakuratan data penerima bantuan, langkah ini juga bertujuan agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Karena itu, kami turun langsung melihat keadaan di lapangan sekaligus berdialog dengan keluarga penerima manfaat,” ujar salah satu personel Satgas TMMD di lokasi.
Bagi Tini, kehadiran personel TNI membawa harapan baru. Ia menilai kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga mengedepankan kepedulian dan kehadiran bagi warga.
Program rehabilitasi RTLH menjadi salah satu sasaran prioritas TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Melalui program ini, TNI bersama pemerintah daerah berupaya membantu warga agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan layak untuk ditempati.
Kegiatan kunjungan lapangan ini sekaligus mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi ruh utama pelaksanaan TMMD. Dengan komunikasi langsung bersama warga, proses rehabilitasi rumah diharapkan berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga penerima.
