Pemkab Bengkulu Selatan Bakal Kembangkan Komoditas Kelapa atau Niur

Bupati, H. Rifai Tajudin. (Foto: Eko/nuansabengkulu.com)

Kota Manna – Harapan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mengembangkan kembali komoditas kelapa atau niur akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah sempat terkendala persoalan ketersediaan lahan, program pengembangan tanaman niur kini dipastikan mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kepastian itu didapat setelah adanya penyesuaian skema penyediaan lahan. Jika sebelumnya lahan seluas 100 hektare harus berada dalam satu hamparan besar, kini kebutuhan lahan dapat dipenuhi melalui sejumlah titik atau hamparan yang tersebar di berbagai wilayah di Bengkulu Selatan.

Skema tersebut dinilai menjadi solusi bagi Pemkab Bengkulu Selatan. Sebab, pemerintah daerah tidak perlu membuka lahan baru dalam skala besar yang dikhawatirkan akan menyulitkan realisasi program.

Bupati Bengkulu Selatan, H Rifai Tajuddin mengatakan, pihaknya juga telah menerima kunjungan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Program ini diharapkan menjadi pendorong perekonomian masyarakat di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang,” ujar Rifai.

Menurut Rifai, lahan yang nantinya digunakan untuk pengembangan tanaman niur dapat memanfaatkan berbagai potensi yang ada. Mulai dari pekarangan warga, sistem tumpang sari di kebun kelapa sawit, lahan tanaman pangan hingga kawasan sepadan pantai.

Dengan pola tersebut, Pemkab Bengkulu Selatan optimistis program pengembangan niur dapat berjalan maksimal sekaligus menjadi langkah kebangkitan kembali komoditas kelapa di Bumi Sekundang.

Bahkan berdasarkan hasil pertemuan dengan Menteri Pertanian RI, kelapa atau niur asal Bengkulu Selatan dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan memiliki peluang besar menembus pasar ekspor sebagai kelapa kupas.

Program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta memperkuat sektor perkebunan daerah di tengah tingginya dominasi tanaman kelapa sawit.

Exit mobile version