Warga Sampaikan Kritik terhadap Program MBG dalam Musdes Penyusunan RKPDes 2027 Desa Kampung Baru

Warga Desa Kampung Baru, Nasirmei Adianto (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Desa Kampung Baru menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Awal Perencanaan dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Dalam forum tersebut, selain membahas rencana pembangunan desa, muncul sejumlah aspirasi masyarakat, salah satunya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah seorang warga Desa Kampung Baru, Nasirmei Adianto, menyampaikan pandangannya bahwa program MBG dinilai berdampak terhadap berkurangnya anggaran pembangunan desa. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pembangunan desa tidak dapat berjalan secara optimal.

“Saya melihat dampak pembangunan desa, terutama di Desa Kampung Baru, sangat tidak menguntungkan bagi desa karena anggaran pembangunan berkurang akibat program ini,” ujar Nasirmei

Dalam forum musyawarah.
Ia berpendapat masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak untuk dipenuhi, seperti layanan kesehatan gratis, perbaikan jalan, serta peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk program MBG sebaiknya dikaji kembali dan diprioritaskan pada sektor-sektor tersebut.

Nasirmei juga berharap pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Ia mengusulkan agar anggaran program tersebut dialihkan untuk memperkuat layanan kesehatan, pendidikan gratis, serta pembangunan infrastruktur yang dinilai lebih dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, ia menyampaikan pendapatnya bahwa pelaksanaan program MBG perlu diawasi secara ketat agar terhindar dari potensi penyimpangan. Ia juga mengaitkan pandangannya dengan adanya kasus hukum yang sedang ditangani aparat penegak hukum terhadap sejumlah pejabat dipusat.

” Ini telah terbukti bahwa MBG ini diduga berpeluang jadi ajang korupsi, terutama pimpinan-pimpinan kita yang terbukti sekarang ditangkap oleh Kejagung,” pungkasnya. (Jk)

Exit mobile version