Disdikbud Rejang Lebong Rutin Gelar Pengajian Bulanan, Perkuat Iman dan Etos Kerja Pegawai

Disdikbud Rejang Lebong menggelar kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh pegawai melalui kegiatan rutin pengajian dan siraman rohani (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong terus menggencarkan pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh pegawai melalui kegiatan rutin pengajian dan siraman rohani yang dilaksanakan setiap bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria, menyampaikan bahwa program keagamaan ini digelar secara konsisten setiap Jumat pada minggu pertama di setiap bulan. Namun, khusus bulan April, kegiatan tersebut sempat mengalami penundaan.

“Alhamdulillah, kegiatan keagamaan ini rutin kita laksanakan setiap Jumat di minggu pertama setiap bulan. Namun karena pada awal April bertepatan dengan hari libur dan adanya kegiatan lain, maka pengajian kita laksanakan pada minggu ketiga,” ujar Zakaria, Jumat (17/04/2026)

Ia menjelaskan, kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing bidang di lingkungan Disdikbud. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan diprakarsai oleh Bidang SMP, dan selanjutnya akan bergulir ke bidang lain seperti sekretariat, PAUD, PTK, hingga pembinaan SD.

Menurut Zakaria, siraman rohani yang menghadirkan penceramah dari luar memiliki dampak positif bagi para pegawai, baik dalam meningkatkan keimanan maupun semangat kerja.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menggugah hati, menambah etos kerja, semangat kerja, serta menjadi pengendalian diri dalam menjalankan tugas. Sehingga hal-hal yang bertentangan dengan norma dan agama dapat kita hindari,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh staf Disdikbud diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut. Meski demikian, tetap ada pengecualian bagi pegawai yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semua staf wajib mengikuti, kecuali ada yang tetap berjaga di ruangan untuk pelayanan publik. Selebihnya seluruh bidang harus ikut,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud menghadirkan penceramah dari luar, yakni khatib Masjid Agung, Ustadz Rio Marco. Ceramah yang disampaikan juga berkaitan dengan momentum pasca-Ramadan dan Syawal.

“Harapan kita, nilai-nilai Ramadan dan Syawal yang telah kita jalani bisa menjadi renungan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja maupun bermasyarakat,” tutup Zakaria. (Jk)

Exit mobile version