Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kaur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perkebunan, serta permukiman selama musim kemarau. Melalui imbauan bertajuk “Waspada Api, Jaga Keselamatan Bersama”, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya sumber api.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah, maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, warga juga diimbau memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi serta memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran.
“Musim kemarau yang berkepanjangan membuat kondisi alam menjadi lebih kering sehingga api sangat mudah menyebar. Jangan biarkan kelalaian kecil berubah menjadi musibah besar. Mari bersama-sama menjaga api agar tidak menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak” ujar Gusril.
Bupati mengatakan, imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran telah terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kaur. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar masyarakat semakin waspada dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, kebakaran tidak hanya mengancam kawasan permukiman, tetapi juga dapat melalap lahan sawit, perkebunan, serta aset milik masyarakat yang menjadi sumber penghidupan. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian materiil, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
“Jangan menganggap remeh pembakaran lahan maupun sampah. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan menjalar ke perkebunan maupun permukiman warga. Akibatnya bukan hanya kerugian harta benda, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok di pinggir jalan, kawasan perkebunan, maupun lahan kering karena bara api yang masih menyala dapat memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
Selain itu, Bupati meminta masyarakat memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting mengingat korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran permukiman.
Gusril menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia berharap masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa, aparat keamanan, maupun petugas terkait apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, tetangga, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kaur. Mari kita jaga Kaur tetap aman, nyaman, dan bebas dari kebakaran. Mencegah jauh lebih baik daripada menyesali” pungkasnya.






