Puluhan Tahun Berdiri, SMPN 4 Rejang Lebong Kini Mendapat Sentuhan Revitalisasi

Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Program revitalisasi SMP Negeri 4 Rejang Lebong mulai berjalan. Hingga memasuki sekitar 10 hari pengerjaan, sejumlah pekerjaan fisik telah dilakukan, salah satunya pemasangan atap seng pada enam ruang kelas.

Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd, mengatakan pelaksanaan revitalisasi sejauh ini berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.

“Alhamdulillah yang sudah berjalan itu pemasangan atap seng, enam ruang kelas. Sekarang sedang persiapan pemasangan plafon dan pemecahan lantai yang lama untuk persiapan pemasangan keramik,” ujar Zarlon, Senin (31/08/2026) di ruang kerjanya.

Zarlon menambahkan, pengerjaan secara efektif baru berlangsung sekitar delapan hari lantaran terdapat hari libur. Meski demikian, progres pembangunan dinilai cukup cepat karena didukung tenaga tukang yang profesional.

“Pengerjaan baru berjalan kurang lebih 10 hari, kalau dihitung hari kerja mungkin sekitar delapan hari. Alhamdulillah tidak ada halangan. Para tukang juga memang profesional,” ktanya.

Zarlon menjelaskan, SMPN 4 Rejang Lebong mendapatkan bantuan revitalisasi dalam tiga menu pekerjaan. Bantuan tersebut mencakup revitalisasi 12 ruang kelas, satu ruang administrasi yang meliputi ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha (TU), serta rehabilitasi fasilitas WC.

“Untuk bantuan revitalisasi kita dapat tiga menu. Untuk ruang kelas dapat 12, ruang administrasi satu, ini ruang kepala sekolah dan ruang TU, ditambah dengan WC. Semua pengerjaan ini tidak ada yang bangun baru, semuanya rehab,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas adanya program tersebut. Menurutnya, revitalisasi ini menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang selama ini telah berusia cukup tua.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena untuk mengumpulkan dana sebesar itu bukan hal yang mudah. Alhamdulillah tahun ini kita mendapat kesempatan untuk memperbaiki sekolah, terutama fasilitas ruang belajar,” ungkap Zarlon.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihak sekolah, sejumlah bangunan SMPN 4 Rejang Lebong telah berdiri sejak sebelum tahun 1980-an. Angkatan pertama sekolah tersebut diketahui mulai pada sekitar tahun 1980, sehingga bangunan administrasi maupun sejumlah fasilitas sekolah diperkirakan telah berusia puluhan tahun.

“Bangunan sekolah ini dibangun mungkin seperti ruang administrasi ini di bawah tahun 80-an. Angkatan pertamanya tahun 80. Berarti pembangunan ini otomatis kemungkinan di bawah tahun 80, bisa jadi tahun 78, 79, mungkin lebih tua dari kita,” tuturnya.

Dengan adanya revitalisasi tersebut, pihak sekolah berharap seluruh fasilitas yang diperbaiki nantinya dapat memberikan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para siswa sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Alhamdulillah sekarang sudah dapat, kita renovasi. Insya Allah nanti kita bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah dan anak-anak bisa lebih nyaman dalam pembelajaran,” katanya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, pihak sekolah bersama panitia dan tim terkait juga melakukan pengawasan secara rutin untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Untuk yang mengerjakan dan para tukang, kita melakukan pengawasan setiap harinya, baik dari kepanitiaan maupun dari tim perencanaan dan tim pengawas. Alhamdulillah mereka sudah solid. Sejauh ini tidak ada hal-hal yang bermasalah, semuanya aman,” jelasnya.

Selain pengawasan internal, pelaksanaan program revitalisasi tersebut juga mendapatkan pendampingan dari aparat penegak hukum (APH), khususnya pihak Kejaksaan.

Zarlon mengatakan koordinasi dilakukan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong, termasuk melalui bidang intelijen yang berada di bawah pengawasan Kasi Intel Kejari.

“Seluruh pendampingan pengawasan itu dari APH, dari Kejaksaan. Kalau nasional itu Kejagung, provinsi Kejati, dan kabupaten Kejari. Di sini dipimpin oleh Kasi Intel, langsung di bawah pengawasannya Kasi Intel Kejari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak lainnya untuk memastikan program revitalisasi dapat terlaksana dengan baik.

“Koordinasi kita ke mereka untuk menyukseskan kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan prioritas nasional,” pungkasnya. (Jk)