Empat Perangkat Desa Sumber Urip Mundur, Ada Apa di Balik Persoalan Internal Pemerintahan Desa?

Empat perangkat desa disebut telah mengajukan pengunduran diri, terdiri dari tiga Kepala Dusun dan satu perangkat pada bagian Tata Usaha (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Gelombang pengunduran diri terjadi di lingkungan Pemerintah Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Empat perangkat desa disebut telah mengajukan pengunduran diri, terdiri dari tiga Kepala Dusun dan satu perangkat pada bagian Tata Usaha.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan Pemerintahan Desa Sumber Urip hingga sejumlah perangkat desa memilih meninggalkan jabatannya?

Saat ditemui pada Rabu (2/9/2026), Kasi Pemerintahan Desa Sumber Urip tidak memberikan banyak komentar mengenai persoalan yang tengah terjadi membuat informasi mengenai latar belakang pengunduran diri sejumlah perangkat desa belum sepenuhnya terungkap.

Ia juga membenarkan adanya perangkat desa yang mengajukan pengunduran diri. Namun, ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi masing-masing perangkat.

“Kalau pengunduran diri dari Desa Sumber Urip ini, dari perangkat desanya, yang jelas memang masalah pribadi mereka masing-masing, mungkin Karena memang timbulnya ketidaknyamanan, atau memang jenuhnya mereka,” ujarnya.

Pernyataan mengenai adanya ketidaknyamanan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Sebab, di sisi lain, pihak desa menyebut persoalan tersebut sebagai urusan pribadi, sementara masyarakat tentu membutuhkan kepastian bahwa roda pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik.

Kasi Pemerintahan juga menegaskan bahwa sejauh ini batasan dan kewenangan Kepala Desa masih berjalan normal.

“Kalau saya sendiri, batasan kepala desa, ya batasan kepala desa masih normal-normal saja. Tinggal kitanya yang menyikapi, maunya seperti apa, ya ngikut saja. Aturan yang berlaku, ya sudah kita kerjakan,” katanya.

Namun demikian, belum diketahui secara rinci apa penyebab utama tiga Kepala Dusun dan satu perangkat Tata Usaha tersebut memilih mengundurkan diri.

Apakah benar seluruhnya murni karena persoalan pribadi, atau terdapat persoalan lain yang perlu dijelaskan kepada publik, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. (Jk)