Tingkatkan Sinergitas Pemprov Bengkulu dan Pemda Kaur Tekan Angka Stunting di Kabupaten Kaur

Kaur – Bertempat di ruang kerjanya, Bupati Kaur H. Lismidianto SH, MH bersama Wakil Bupati Herlian Muchrim, ST mendampingi Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A. membuka secara secara virtual Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Bengkulu di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Rabu (6/4/2022) yang mengangkat tema Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Optimalisasi Sumber daya dan Konvergensi Lintas Sektor.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ir Rusman Effendi, MM dalam laporanmya menyampaikan Rakerda digelar guna mewujudkan langkah-langkah percepatan Program Bangga Kencana dan penurunan stunting yang masih menghadapi kendala di era pandemi di tahun 2022.

“Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk optimalisasi dan penguatan Program Bangga Kencana dan penurunan stunting. Antara lain melalui koordinasi dan kemitraan yang sudah berjalan terus dipupuk dan dipertahankan. Hal ini tentu agar pengendalian kuantitas maupun peningkatan kualitas penduduk di Bengkulu dapat terwujud secara lebih optimal dan mencapai target penurunan stunting 12,55% pada tahun 2024.” Ujar Rusman

Rusman Efendi juga mengajak seluruh pihak baik yang ada di Provinsi maupun Kabupaten kota untuk bersinergi dalam menyukseskan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS–PK) BKKBN Novian Andusti, S.E., M.T. yang juga pembina wilayah Provinsi Bengkulu dalam sambutannya mengatakan dalam kurun waktu dua tahun belakang merupakan tahun yang sangat berat, bukan hanya Indonesia namun seluruh dunia menghadapi wabah covid 19, namun BKKBN tetap berkomitmen menyukseskan Program dengan baik, dan taget yang ditetapkan bisa tercapai sebagaimana yang diharapkan

“ini semua bisa tercapai berkat dukungan dan kerjasama stakeholder, baik tingkat pusat, provinsi, Kabupaten/Kota, sampai di garda lini lapangan, sehingga indikator kinerja BKKBN dapat tercapai di tahun 2021” ujar Novian

Novian menambahkan pada tahun 2021 BKKBN telah menyelesaikan pendataan keluarga (PK21) yang dimulai serentak mulai 1 April – 31 Mei 2021, BKKBN bersama kader-kader lapangan sudah mendata 68.478.139 keluarga, yang mencakup data individu keluarga, kondisi keluarga juga terkait keikutsertaan ber KB, masalah kerawanan stunting, potensi stunting, kodisi lingkungan, kesehatan lingkungan perumahan, dengan metode by name by adress

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Indonsia prevalensi menunjukkan penurunan dari 27,7% di tahun 2019 menjadi 24,4%. Dan di Provinsi Bengkulu pada 2021 Angka stunting mencapai 22,1 persen, dibawah rata-rata nasional, dan terendah angka stunting untuk kabupaten/kota adalah kaupaten kaur yang prevalensi 11,3 persen

“Untuk terendah angka stunting di Provinsi Bengkulu adalah Kabupaten Kaur dengan angka 11, 2 persen, dibawah rata-rata naional, bahkan terendah seluruh indonesia, Tertinggi, di Kabupaten Rejang Lebong dengan angka sebesar 26,0 persen. Kemudian, Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 25,5 persen, Seluma 24,7 persen. Lebong sebesar 23,3 persen, Kabupaten Kepahiang mencapai 22,9 persen, Kota Bengkulu dan Mukomuko masing – masing sebesar 22,2 persen. Lalu, Kabupaten Bengkulu Selatan 20,8 persen, Bengkulu Utara 20,7 persen” Ujar Novian

Novian berharap untuk daerah yang masih tinggi angka stuntingnya untuk lebih bekerja ekstra untuk mengajar target yang sudah di tentukan, agar target penurunan stunting pada 2024 nanti 14 persen bisa tercapai, khusus untuk kabupaten kaur diharapkan bisa melebihi target nasional dari 14 persen menjadi zero stunting,” tegas Novian

Sermentara itu Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat kerja daerrah terkait dengan penyusunan program dan sinergitas seperti yang dilakukan nhari ini sangat penting, strategis sekaliguis bermakna,dan harus dimaknai mendjadi kebutuhan Organisasi, sealin mensinergikan program dalm bentuk kegiatan dan pagu anggran masing-masing sektor,

Gubernur juga mengapresiasi kabupaten kaur yang berhasil menekan angka stunting menjadi 11,3 persen terendah di Provinsi Bengkulu dan Nasional

Dalam kesempatan teresbut, Gubernur juga siap berkomitmen menekan angka stunting. Karena angka stunting Provinsi masih di atas 20 persen. (rls/mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.