BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Langsung Naik Tajam

Ilustrasi jasa keuangan. (foto: dok/ist)

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI Rate pada level 6 persen memberikan sentimen positif kepada pasar. Sehingga pada penutupan perdagangan Rabu (16/10/2024), rupiah menguat 0,50 persen (78,5 poin) ke posisi Rp15.510 per dolar AS.

Menurut analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, keputusan BI mempertahankan suku bunga itu sesuai sudah ekspektasi pasar. “Keputusan ini tepat di  tengah dinamika global yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, dinamika global saat ini sangat dipengaruhi kondisi geopolitik. Demikian pula kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang menentukan dinamika pasar keuangan global.

Karena itu, BI menyatakan akan fokus pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. BI juga terus mencermati ruang penurunan suku bunga dengan memperhatikan prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga besar oleh The Fed. Mereka melihat peluangnya hampir 100 persen untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November 2024.

Ibrahim juga mengutip perhitungan London Stock Exchange Group (LSEG) tentang kemungkinan jeda oleh The Fed hanya 0,2 persen. Suku bunga dana federal akan dipertahankan pada kisaran 4,75 persen hingga 5 persen.

Di sisi lain, kekhawatiran eskalasi konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran tetap muncul. Meskipun AS sudah menyatakan menentang serangan udara Israel di Beirut selama beberapa minggu terakhir.

Di Tiongkok, otoritas setempat kemungkinan akan menambah obligasi khusus selama tiga tahun senilai 6 triliun yuan. Tujuannya merangsang ekonomi yang sedang lesu, meski rencana kebijakan itu gagal mendorong sentimen positif pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *