Tradisi Lemang di Kota Curup: Sebuah Warisan yang Terancam Punah

tradisi pembuatan lemang yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade (poto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Di Gang PKWI, Kelurahan Pasar Tengah, Kota Curup, terdapat sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi bisu tradisi pembuatan lemang yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Mayulis, seorang pengusaha lemang, bersama suaminya, Samsul Bahri, telah mempertahankan tradisi ini sejak tahun 1976. Mereka memulai hari dengan menyiapkan adonan beras ketan dan santan, memasukkannya ke dalam bambu yang dilapisi daun pisang, lalu membakarnya hingga matang.

Proses pembakaran membutuhkan waktu empat jam dan harus dibalik agar tidak gosong. Mayulis dan suaminya telah melakukan proses ini selama bertahun-tahun, dan telah menjadi ahli dalam membuat lemang yang lezat dan harum. Usaha ini telah menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga Mayulis, dan mereka telah berhasil mengantongi keuntungan sekitar 400 ribu rupiah per hari.

Namun, meskipun usaha ini masih bertahan, Mayulis mulai khawatir akan masa depan usahanya. Tiga anaknya tidak berniat meneruskan tradisi ini, dan Mayulis takut bahwa lemang legendaris Kota Curup ini hanya akan menjadi sebuah kenangan. “Saya khawatir bahwa tradisi ini akan punah jika tidak ada yang meneruskan,” ujar Mayulis.

Tradisi pembuatan lemang di Kota Curup telah menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat setempat. Lemang telah menjadi simbol kebersamaan dan kerja sama antara masyarakat, dan telah menjadi bagian dari ritual dan upacara adat. Namun, dengan semakin meningkatnya modernisasi dan perubahan gaya hidup, tradisi ini mulai terancam punah.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi ini, agar dapat terus menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat Kota Curup. Dengan demikian, lemang legendaris Kota Curup dapat terus menjadi sumber kebanggaan dan kebersamaan bagi masyarakat setempat. (Jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *