Perwakilan Forum Kades Rejang Lebong Pertanyakan Keterlambatan DD: Kami Terpaksa Kerja Dulu, Bahkan Harus Berutang

Forum Kepala Desa (Kades) Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan kekecewaan mendalam terkait belum dicairkannya Dana Desa (DD) tahap II (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Salah satu perwakilan Forum Kepala Desa (Kades) Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan kekecewaan mendalam terkait belum dicairkannya Dana Desa (DD) tahap II. Ia menegaskan bahwa para kades merasa terbebani karena banyak pekerjaan pembangunan terpaksa dijalankan terlebih dahulu, bahkan menggunakan dana pribadi.

“Yang jelas sekarang ini kami, para kepala desa, merasa kecewa. Harapan kami untuk mengerjakan pekerjaan tahap kedua itu sebenarnya kami sudah mulai kerjakan dulu. Karena bulan November dan Desember ini musim penghujan. Kalau medan desa bagus mungkin tidak masalah, tetapi kami ini kadang harus menggunakan ojek untuk transportasi,” ujarnya, jumat (28/11/2025)

Ia mengungkapkan bahwa beberapa pekerjaan sudah terlanjur berjalan meskipun belum ada pencairan dana.
“Kami pikir lebih baik dikerjakan dulu. Entah nanti uangnya dari mana. Kenyataannya, pribadi saya sendiri harus berutang untuk pekerjaan itu. Semua itu pakai uang pribadi,” tambahnya.

Kedatangan mereka ke Dinas PMD, menurutnya, bertujuan untuk meminta kejelasan terkait pencairan DD yang hingga kini belum terealisasi.

“Inilah yang kami pertanyakan saat datang ke Kadis PMD. Kami hanya ingin kepastian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa para kades berharap pemerintah segera menyalurkan DD Tahap ke-2 ini

“Harapan kami, kalau memang Pemda sudah sesuai dengan aturan menteri, maka kami berharap DD bisa segera dicairkan tahun ini. Karena ini sudah sangat dekat dengan akhir tahun,” ujarnya.

Para kades khawatir apabila pencairan semakin molor, maka pembangunan desa akan tidak maksimal dan berpotensi menimbulkan kendala administrasi maupun teknis di lapangan. (Jk)