Capaian Pembangunan Sekolah Rejang Lebong Tahun 2025 Berjalan Optimal

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Program pembangunan dan revitalisasi sekolah di Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2025 berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria, Kamis (8/1/2026).

Zakaria mengatakan, dana revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.

“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Rejang Lebong, pembangunan sekolah tahun 2025 berjalan lancar dan selesai sesuai target. Dana revitalisasi dari APBN dapat kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Rejang Lebong memperoleh bantuan rehabilitasi untuk 38 Sekolah Dasar (SD) dengan kategori rehabilitasi ringan, termasuk perbaikan bangunan. Selain itu, sebanyak 17 PAUD dan TK juga menerima bantuan serupa, serta 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdiri dari 4 SMP negeri dan 1 SMP swasta.

Menurut Zakaria, jenis bantuan yang diterima masing-masing sekolah berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan. Ada sekolah yang hanya mendapatkan rehabilitasi ruang kelas, ada yang memperoleh perbaikan rumah dinas, serta ada pula yang menerima rehabilitasi fasilitas sanitasi seperti WC.

“Setiap sekolah tidak sama itemnya. Tergantung kebutuhan masing-masing, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Zakaria berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong.

“Bangunan yang sudah diberikan pemerintah ini tolong dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tujuan utama program ini adalah peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi, seperti Interactive Electronic Board (IEV), smart board, serta bantuan laptop untuk sekolah-sekolah penerima program.

“Bantuan ini langsung ke sekolah. Harapan kita, semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang proses belajar mengajar,” tambahnya.

Zakaria juga berharap, dengan dukungan sarana dan prasarana yang semakin baik, kompetensi peserta didik dapat meningkat, terutama menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik bagi anak-anak, termasuk jenjang TK.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, hasil belajar dan nilai akademik anak-anak kita meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Jk)