Rejang Lebong – Pemerintah Desa Batu Dewa tahun ini harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program pembangunan menyusul adanya pemangkasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar 40 persen dari total anggaran sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus menyusun ulang skala prioritas agar program yang dijalankan tetap tepat sasaran.
Kepala Desa Batu Dewa, Putra Jaya, mengatakan bahwa pengurangan anggaran tersebut cukup berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan, khususnya pembangunan fisik di desa yang memiliki sekitar 1.250 jiwa penduduk yang tersebar di tiga dusun.
“Untuk ADD dan DD tahun ini memang dipangkas sekitar 40 persen. Jadi ke depan kami akan menjalankan program sesuai dengan dana yang ada dan lebih memprioritaskan kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Putra Jaya, Rabu (25/02/2026)
Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah desa relatif leluasa melaksanakan berbagai kegiatan fisik karena dukungan anggaran yang cukup besar. Sejumlah pembangunan infrastruktur dapat direalisasikan tanpa harus terlalu banyak melakukan penundaan.
Namun, pada tahun ini kondisi tersebut berbeda. Anggaran fisik yang tersedia hanya berkisar seratusan juta rupiah lebih sedikit. Dengan jumlah tersebut, pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Kalau tahun sebelumnya kita berani mengerjakan karena dananya cukup besar. Sekarang untuk fisik anggaran yang ada hanya seratusan juta lebih sedikit, jadi harus disesuaikan dengan kondisi. Kita tidak bisa memaksakan kegiatan di luar kemampuan anggaran,” jelasnya.
Menurut Putra Jaya, langkah yang diambil pemerintah desa adalah mengutamakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi pelayanan dasar, pemberdayaan, maupun kegiatan yang bersifat mendesak. Sementara untuk kegiatan yang dinilai belum terlalu prioritas, kemungkinan akan ditunda atau disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa.
Ia menegaskan, meskipun terjadi pemangkasan anggaran, pemerintah desa tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Transparansi dan pengelolaan anggaran secara hati-hati akan menjadi fokus utama agar setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Kami tetap berupaya agar masyarakat tidak terlalu terdampak. Prinsipnya, dana yang ada akan kami kelola sebaik mungkin dan digunakan untuk kepentingan yang paling dibutuhkan warga,” tutupnya. (Jk)






