Rejang Lebong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus meningkatkan program pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan yang mencakup pendidikan, pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, olahraga, dan kesenian. Program ini bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan pembinaan yang diberikan terbagi menjadi pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.
“Kami melaksanakan kegiatan pembinaan kepada warga binaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Untuk pembinaan kepribadian, kami menyelenggarakan pendidikan bekerja sama dengan PKBM Al-Jabbar. Selain itu, ada pembelajaran membaca dan menulis huruf Arab, pengajian dengan memberdayakan petugas serta warga binaan yang memiliki kemampuan di bidang tersebut, dan bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan di Lapas Curup,” ujar Untung, Selasa (21/07/2026)
Pada pembinaan kemandirian, Lapas Curup memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pertanian. Warga binaan juga diberikan pelatihan dalam pengembangan usaha produktif.
Beberapa produk yang sedang dikembangkan antara lain susu kedelai, kerajinan tangan, serta kompor berbahan bakar oli bekas.
Selain itu, Lapas Curup juga mengembangkan sektor peternakan dan perikanan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nanti.
“Kami terus mencoba mengembangkan berbagai keterampilan agar dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus mengurangi kejenuhan, Lapas Curup juga rutin menggelar kegiatan olahraga dan kesenian. Kegiatan olahraga dilaksanakan hampir setiap hari, sedangkan kegiatan seni digelar dua hingga tiga kali dalam sepekan, menyesuaikan kebutuhan dan situasi.
Menurut Untung, kegiatan kesenian menjadi wadah bagi warga binaan yang memiliki bakat di bidang musik, hadroh, maupun marawis. Penampilan mereka juga ditampilkan saat jam kunjungan untuk menghibur keluarga yang datang menjenguk.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Pengunjung pun dapat ikut bernyanyi dengan mengajukan lagu yang diinginkan,” tutup Untung. (Jk)






