Pemerintah Kabupaten Kaur memulai langkah sistematis memetakan berbagai komoditas, produk, serta jenis usaha yang berpotensi menjadi unggulan daerah. Upaya ini dilakukan melalui pengisian kuesioner Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Provinsi Bengkulu Tahun 2026, yang merupakan bagian dari kajian yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu.
Kegiatan pengisian kuesioner dilaksanakan di Aula Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, dan secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kaur, Ujang Safiri, SPd, SIP, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini diikuti langsung oleh para Camat, Sekretaris Camat (Sekcam), serta Kepala Seksi (Kasi) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kaur. Para peserta diminta menyampaikan data dan informasi terkait komoditas, produk, maupun jenis usaha yang dinilai menjadi produk andalan serta memiliki potensi besar di wilayah masing-masing.
Pengumpulan data dalam kegiatan ini dilaksanakan oleh Beerka Research selaku mitra kerja Bank Indonesia. Seluruh data yang dikumpulkan dari tingkat kecamatan nantinya akan diolah dan dianalisis secara mendalam, guna menetapkan produk-produk unggulan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kaur, sekaligus yang layak diusulkan untuk menjadi produk unggulan tingkat Provinsi Bengkulu.
Pentingnya Pemetaan Potensi Ekonomi Daerah
Dalam sambutannya, Asisten II Ujang Safiri menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting, mengingat Kabupaten Kaur menyimpan beragam potensi ekonomi yang tersebar di setiap wilayah kecamatan. Melalui pengisian kuesioner ini, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat dipetakan secara akurat berdasarkan kondisi nyata yang ada di lapangan.
“Pengisian kuesioner ini dilakukan oleh Beerka Research selaku mitra kerja Bank Indonesia. Tujuannya untuk menghimpun data produk-produk lokal yang selanjutnya akan dikaji potensinya untuk diangkat menjadi ikon Provinsi Bengkulu, sekaligus menjadi produk yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, terutama di wilayah Kabupaten Kaur,” ujar Ujang.
Ia menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan bersumber langsung dari tingkat kecamatan, sehingga setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk mengusulkan komoditas, produk, maupun jenis usaha yang menjadi andalan daerahnya.
“Masing-masing kecamatan mengusulkan produk andalan dari wilayahnya. Nantinya akan dilakukan seleksi dan penelitian mendalam untuk melihat produk mana yang benar-benar memiliki potensi unggul. Setelah itu, diharapkan muncul produk unggulan Kabupaten Kaur yang layak dibawa hingga ke tingkat provinsi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ujang menyampaikan bahwa proses pendataan ini bukanlah tahap akhir. Produk-produk yang dinilai memiliki potensi besar akan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia juga meminta kepada seluruh Camat, Sekcam, serta perangkat kecamatan yang hadir untuk menyampaikan data secara objektif dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Kita berharap data yang diberikan benar-benar menggambarkan potensi yang ada. Jangan sampai produk yang sebenarnya memiliki peluang besar justru tidak terakomodasi dalam pemetaan ini. Oleh karena itu, peran pihak kecamatan sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sepuluh Sektor Ekonomi Menjadi Ruang Lingkup Analisis
Sementara itu, Asisten Peneliti Beerka Research, Marta Uli Agustin, menyampaikan bahwa pihaknya secara khusus mengumpulkan para pemangku wilayah kecamatan agar dapat menggali informasi secara langsung mengenai potensi komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan yang berkembang di setiap wilayah.
“Kami sengaja mengumpulkan para Camat, Sekcam, dan Kasi untuk mengisi kuesioner terkait komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan yang ada di kecamatan masing-masing. Seluruh data ini akan kami kumpulkan dan analisis guna menetapkan produk-produk unggulan yang layak dikembangkan,” kata Marta.
Ia menjelaskan bahwa pengisian kuesioner ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memetakan produk apa saja yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Kabupaten Kaur.
“Hasil pengisian kuesioner akan kami olah dan analisis secara menyeluruh, untuk mengetahui produk apa saja yang nantinya ditetapkan sebagai produk unggulan atau masuk dalam skala prioritas pengembangan, baik di tingkat Kabupaten Kaur maupun di tingkat Provinsi Bengkulu,” ujar Marta.
Marta juga menjelaskan bahwa proses analisis nantinya akan mencakup sepuluh sektor ekonomi yang menjadi ruang lingkup pemetaan, yaitu: sektor perikanan, pertanian, pariwisata, perdagangan, industri pengolahan, pertambangan (apabila terdapat potensi di daerah tersebut), serta sektor jasa, akomodasi, dan logistik.
“Setiap produk yang diusulkan tidak serta-merta langsung ditetapkan sebagai produk unggulan. Semua data yang masuk akan melalui tahap pengolahan dan analisis mendalam untuk menilai potensi, karakteristik, serta peluang pengembangannya,” tambahnya.
Hasil Kajian Sebagai Acuan Kebijakan Pengembangan UMKM
Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sektor dan produk yang memiliki keunggulan kompetitif serta prospek ekonomi paling kuat. Produk yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan selanjutnya akan menjadi bagian dari prioritas pengembangan, baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pemetaan KPJU ini juga diharapkan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyusun arah kebijakan pembinaan dan pengembangan UMKM. Dengan demikian, berbagai bentuk dukungan yang diberikan dapat menjadi lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing wilayah.
Bagi Kabupaten Kaur secara khusus, hasil pemetaan ini diharapkan dapat semakin memperkuat identitas produk lokal daerah, sekaligus membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan usaha, perluasan jangkauan pasar, peningkatan nilai tambah produk, serta peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku UMKM di daerah.
Dengan adanya pemetaan yang terstruktur dan berbasis data yang akurat, produk-produk lokal yang selama ini berkembang di tingkat kecamatan kini memiliki peluang besar untuk naik kelas, tidak hanya dikenal sebagai produk khas daerah semata, melainkan mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing kuat di tingkat provinsi hingga pasar yang lebih luas.





