Mengantisipasi potensi bencana alam menjelang akhir tahun, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, Senin (12/10), di ruang kerja Gubernur Bengkulu.
Dalam rakor tersebut, Helmi Hasan mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana, terutama menjelang puncak musim hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.
“Pencegahan bencana di seluruh kabupaten dan kota harus ditingkatkan. Selain upaya konvensional, mitigasi langit juga perlu terus dilakukan. Kita harus selalu berdoa dan bersyukur agar Bengkulu terhindar dari bencana,” kata Helmi.
Berdasarkan data BMKG Bengkulu, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November dan Desember. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah, khususnya di wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor.
Helmi meminta pemerintah kabupaten dan kota agar lebih aktif memantau kondisi lapangan serta melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak bencana. Dengan demikian, langkah antisipasi dapat disiapkan sejak dini sebelum kondisi darurat terjadi.
“Kondisi di lapangan harus terdata dengan baik. Wilayah mana saja yang berpotensi mengalami banjir maupun tanah longsor saat musim hujan harus dipetakan, sehingga langkah cepat bisa segera diambil. Artinya, kita harus menyiapkan langkah-langkah khusus sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.






