Wahana Anak Dibongkar, Parkiran Semarak Merah Putih Ikut Lesu, Jukir Mengeluh

kondisi parkiran yang belakangan terlihat lebih sepi dibandingkan sebelumnya (foto: joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Dampak pembongkaran tenda dan wahana permainan anak di Lapangan Dwi Tunggal, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, mulai dirasakan terhadap aktivitas pengunjung Gebyar Semarak Merah Putih. Salah satu dampak yang dikeluhkan adalah menurunnya jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir sehingga pendapatan juru parkir (jukir) ikut terdampak.

Sejumlah jukir mengeluhkan kondisi parkiran yang belakangan terlihat lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Minimnya pengunjung dinilai berpengaruh terhadap aktivitas di lokasi kegiatan yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat keramaian masyarakat, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.

Keberadaan wahana permainan anak sebelumnya menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung ke Lapangan Dwi Tunggal. Tidak hanya menikmati hiburan, pengunjung juga berkesempatan berbelanja di sejumlah lapak pedagang yang berada di sekitar lokasi.

Namun, setelah wahana permainan dibongkar, suasana keramaian yang diharapkan dalam kegiatan tersebut dinilai tidak lagi sama. Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran terhadap perputaran ekonomi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari ramainya pengunjung.

Juru parkir mengeluhkan sepinya kendaraan yang masuk. Padahal, kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih diharapkan mampu mendatangkan banyak masyarakat dan memberikan tambahan penghasilan bagi mereka yang bekerja di sektor parkir.

Persoalan ini menjadi perhatian karena sebuah kegiatan yang mengusung semangat pesta rakyat semestinya mampu menghadirkan hiburan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika salah satu daya tarik pengunjung tidak lagi tersedia, dampaknya berpotensi merembet kepada pedagang, pelaku usaha hiburan, hingga juru parkir.

Kini, masyarakat berharap penyelenggara dan pemerintah daerah dapat mengevaluasi persoalan tersebut agar pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Sebab, keberhasilan sebuah pesta rakyat tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi juga dari seberapa besar kegiatan tersebut mampu menghadirkan keramaian dan menghidupkan perekonomian masyarakat setempat. (Jk)

Exit mobile version