REJANG LEBONG – Persoalan parkir di kawasan kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, ternyata Sejumlah juru parkir (jukir) mengeluhkan masih banyak pengendara yang menggunakan fasilitas parkir, tetapi enggan membayar tarif parkir.
Salah seorang jukir berinisial (U) mengungkapkan, selama bertugas dalam kegiatan tersebut, dirinya menemukan banyak pengendara yang memarkirkan kendaraan, tetapi tidak semuanya bersedia membayar parkir. Bahkan, Kendaraan roda empat, termasuk mobil mewah, disebutnya kerap memiliki berbagai alasan untuk menghindari pembayaran.
Kondisi tersebut cukup mengecewakan. Sebab, para jukir telah meluangkan waktu, tenaga, bahkan harus berpanas-panasan demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami berjemur dan bekerja di sini untuk mencari nafkah. Tolong hargai usaha kami mencari nafkah yang halal, hanya untuk mendapatkan sesuap nasi bagi keluarga,” ungkapnya, Minggu (08/11/2026)
Ia mengatakan, tidak sedikit kendaraan yang memanfaatkan area parkir selama kegiatan berlangsung. Namun, ketika diminta membayar, sebagian pengendara justru memberikan berbagai alasan sehingga kewajiban parkir tidak dipenuhi.
“Banyak yang parkir, tetapi banyak juga yang tidak mau membayar parkir,” keluhnya.
Para jukir berharap masyarakat dapat lebih menghargai pekerjaan mereka dengan membayar parkir sesuai ketentuan dan karcis resmi yang berlaku. Menurut mereka, pekerjaan sebagai juru parkir juga merupakan bentuk usaha mencari rezeki secara halal yang patut dihargai.
Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian pengunjung maupun pihak terkait. Sebab, selain menjaga ketertiban kendaraan, keberadaan jukir juga menjadi bagian dari aktivitas pelayanan selama berlangsungnya Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal. (Jk)
