SDN 04 Banyumas Fokus Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

Kepala Sekolah SDN 04 Banyumas, Khairul, S.Pd., M.Pd.Mat, dan peserta pelatihan (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – SD Negeri 04 Banyumas, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan pelatihan pengimbasan pembelajaran mendalam (PM) selama tiga hari, mulai 12–14 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 42 guru dengan menghadirkan tiga narasumber internal sekolah, yakni Kepala Sekolah, Khairul, S.Pd., M.Pd.Mat, serta dua guru pelatih yang telah berkompeten di bidangnya.

Kepala Sekolah SDN 04 Banyumas, Khairul, S.Pd., M.Pd.Mat, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi guru, meliputi materi pembelajaran mendalam (PM) dan pengenalan coding sebagai muatan pembelajaran. “PM adalah pembelajaran mendalam, sementara coding akan diperkenalkan sebagai bagian dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang menjadi program pengajaran pada tahun ajaran 2025–2026,” ujarnya, Kamis (18/08) di ruangannya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Ependi. Pelatihan dirancang dengan total durasi 120 jam yang akan dilaksanakan selama tiga bulan, yakni Agustus, September, dan Oktober 2025, dengan pembagian 40 jam per bulan.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar pelatihan pembelajaran mendalam ini berjalan lancar hingga mencapai target 120 jam,” tambah Khairul.

lebih lanjut Khairul menjelaskan, Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam memahami secara mendalam konsep dan prinsip pembelajaran mendalam serta mampu menerapkannya secara efektif di dalam kelas. Melalui program ini, para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan mendalam, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Kami berharap mereka memiliki bekal pengetahuan, strategi, dan metodologi pembelajaran yang berkesinambungan, sehingga mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna, mendorong keterlibatan aktif siswa, serta menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis,” Tutupnya. (Jk)