Pedagang dan Juru Parkir Setia Negara Curup Terdampak Sepinya Pengunjung Akibat Pasar Malam

kawasan Setia Negara, Curup, Kabupaten Rejang Lebong (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Sejumlah pedagang di kawasan Setia Negara, Curup, Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan menurunnya pendapatan sejak adanya pasar malam yang digelar di kawasan Tempel. Keberadaan pasar malam tersebut dianggap memindahkan konsentrasi keramaian sehingga berdampak pada sepinya pembeli di Setia Negara.

Salah seorang pedagang makanan kecil dan minuman ringan mengaku, sebelum ada pasar malam, dirinya masih bisa memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp1 juta setiap bulannya. Namun kini, angka tersebut semakin merosot tajam.

“Biasanya satu bulan kami masih bisa bersih satu juta dari jualan makanan kecil dan minuman ringan. Tapi sejak ada pasar malam, hasilnya makin kecil. Selama ini kami hanya bisa bertahan, yang penting bisa makan sehari-hari saja sudah bersyukur,” ungkap pedagang tersebut saat ditemui Jumat malam (29/8).

Kondisi serupa juga dialami oleh juru parkir di kawasan Setia Negara. Mereka menuturkan, sejak hadirnya pasar malam di Tempel, arus kendaraan yang biasanya ramai kini berkurang drastis. Hal itu otomatis membuat pendapatan mereka ikut menurun.

“Kalau biasanya malam ramai kendaraan keluar masuk, sekarang sudah sepi. Orang-orang lebih banyak ke pasar malam,” ujar salah satu juru parkir.

Mereka menilai keberadaan pasar malam memang memberi hiburan bagi masyarakat, tetapi di sisi lain menimbulkan dampak bagi mata pencaharian pedagang tetap yang sudah lama berjualan di Setia Negara. (Jk)