Wayang Kulit dan Campur Sari Semarakkan Malam Penutupan Sedekah Bumi Air Meles Atas

Sedekah Bumi Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, resmi ditutup dengan hiburan campur sari dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk (foto; joko/nuansabengkulu.com)

Rejang Lebong – Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, resmi ditutup dengan hiburan campur sari dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, Sabtu malam (4/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dua malam tersebut menjadi puncak perayaan tradisi tahunan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan hasil yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Acara penutupan dihadiri para imam induk dan imam cabang Desa Air Meles Atas, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) beserta anggota, perangkat desa dari Dusun 1 hingga Dusun 5, Tim Penggerak PKK, ibu-ibu pengajian, Karang Taruna, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Air Meles Atas dan sekitarnya.

Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Sedekah Bumi tahun 2026 berjalan dengan lancar berkat dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat. Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga, khususnya masyarakat Dusun 3 yang menjadi lokasi pusat penyelenggaraan tahun ini.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Tari Kejai, Kenduri Agung, hiburan kuda kepang hingga malam penutupan dengan wayang kulit dan campur sari dapat terlaksana dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Air Meles Atas dari Dusun 1 sampai Dusun 5, khususnya warga Dusun 3 yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” ujar Syamsul.

Menurutnya, Sedekah Bumi merupakan tradisi tahunan yang menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Ia berharap melalui kegiatan tersebut Desa Air Meles Atas senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, kesehatan, dan kesejahteraan.

Syamsul juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Sedekah Bumi tahun mendatang dapat digelar secara bergilir di dusun lainnya sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan menjadi tuan rumah.

“Ini adalah hajatan seluruh masyarakat desa, bukan milik satu dusun ataupun pribadi. Saya berharap masyarakat tetap kompak dan bersama-sama memeriahkan Sedekah Bumi di mana pun nantinya dilaksanakan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Air Meles Atas mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, dan warga yang telah membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses tanpa kendala.

Sementara itu, Ketua Panitia Sedekah Bumi Desa Air Meles Atas, Sukadi, mengatakan seluruh agenda yang telah disusun panitia dapat terlaksana dengan baik, mulai dari Tari Kejai, Kenduri Agung, hiburan kuda kepang hingga penutupan dengan pertunjukan wayang kulit dan campur sari.

Menurut Sukadi, pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini juga menjadi upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Rejang dan budaya Jawa yang hidup berdampingan di Desa Air Meles Atas.

“Harapan kami ke depan, budaya Rejang dan budaya Jawa terus kita lestarikan dan kita perkenalkan kepada generasi muda. Tahun ini kami sengaja lebih menonjolkan adat istiadat kedua suku tersebut karena masyarakat Desa Air Meles Atas didominasi oleh suku Rejang dan suku Jawa,” tutupnya. (Jk)