Rejang Lebong- Perjalanan panjang warga Desa Tanjung Sanai II dalam mencari kebenaran terkait dugaan penyelewengan dana PKH & BPNT milik mereka, nampaknya mulai menemukan titik terang.

Bahkan, oknum yang belum diketahui siapa dalangnya yang dengan tega menilap uang bantuan sosial tersebut, nekat memalsukan tanda tangan pemilik rekening atau KPM yang selama ini memang tidak mendapatkan buku rekening dan atm, padahal tercatat sebagai penerima.

Sumini, salah satu warga menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan pengecekan ke Bank BRI Padang Ulak Tanding (PUT). Dirinya kaget, sebab transaksi di rekening miliknya ternyata ditarik oleh orang lain, bahkan tanda tangan dirinya dipalsukan.

“Orang bank tanya, ini tanda tangan ibu ya? Bukan jawab saya. Soalnya saya ini kan baru ini ke bank cari tahu soal ini. Selama ini saya tidak pernah dapat bantuan. Buku rekening saja tidak ada, atm juga tidak ada. Tanda tangan saya itu dipalsukan,” ujar Sumini, Kamis (15/4).

Menurut Sumini, setelah pendamping PKH desa setempat, Agustina datang saat pengecekan rekening koran, membuat pihak bank menghentikan proses pengecekan dengan alasan harus disertai surat keterangan dari Dinas Sosial.

“Awalnya bisa, sudah itu dihentikan bank. Info dari kades, Senin (19/4) nanti kami dikumpulkan. Alasan dihentikan, katanya harus ada surat dari Dinsos,” tambah Sumini.

Sebelumnya, warga di Desa Tanjung Sanai II Kecamatan Padang Ulak Tanding, ramai-ramai mendatangi Kantor Bank BRI di Pasar Padang Ulak Tanding, guna mengecek no rekening mereka yang selama ini terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) PKH & BPNT, Selasa (13/4) lalu.

Cukup mengagetkan, sebab dari data transaksi no rekening warga yang tercatat sebagai KPM, namun tak pernah menerima buku rekening dan atm, serta tak sekalipun menerima bantuan tersebut. Nyatanya, no rekening mereka selalu berisi saldo dan sering dilakukan penarikan. Bahkan, penarikan ada yang dilakukan diluar wilayah, yakni di Kota Lubuklinggau.

Sebelumnya, warga disana mengeluhkan tak pernah menerima bantuan sosial berupa penyaluran manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) & BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Padahal, nama warga tersebut terdata dan masuk dalam list penerima manfaat PKH & BPNT di desa itu.

Selain mengaku tak menerima manfaat PKH & BPNT, mereka juga mengaku ternyata tidak pernah sekalipun menerima buku rekening atau ATM yang semestinya dipegang oleh penerima manfaat PKH. Namun, kian dirasa janggal sebab nama-nama mereka masuk dalam data penerima yang juga lengkap dengan no rekening penerima Cetusnya. (HRD/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here