Musim Haji 1445 H: CJH yang Jauh Diminta Datang Lebih Awal

Asisten I Setda Bengkulu Khairil Anwar, tidak ada lagi kendala ataupun masalah di lapangan, namun ada bebarapa administrasi yang harus diselesaikan, Sabtu (11/05/2024). (Foto: eko/nuansabengkulu.com)

Bengkulu – Musim haji 1445 H/2024 M akan segera berlangsung. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah melaksanakan rapat final terkait pelaksanaan pelayanan haji bersama instansi terkait.

Menurut Asisten I Setda Bengkulu Khairil Anwar, tidak ada lagi kendala ataupun masalah di lapangan, namun ada bebarapa administrasi yang harus diselesaikan, Sabtu (11/05/2024).

“Tanggal 13 Mei para CJH sudah berapa di asrama haji Bengkulu dan mereka berangkat dari kabupaten masing-masing pada 12 Mei,” kata Khairil usai membuka Gebyar SMK 2024 di Atrium Bencoolen Mall.

“Pada 14 Mei itu kita fokuskan pada penyelesaian administrasi, seperti pemeriksaan kesehatan dan mereka diinapkan satu malam di asrama haji Bengkulu dan malam sekitar pukul 22:00 WIB akan terbengkat ke bandara Minangkabau,” kata Khairil.

Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kanwil Kemenag Bengkulu telah melakukan simulasi terkait pelaksaan haji di Bengkulu. Dalam pelaksanaannya, haji tahun ini ada sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Pada 6 Mei kemarin (red) kita sudah melakukan rapat bersama instansi yang terlibat dalam pelaksaan ibadah haji 1445 H ini. Mulai dari simulasi dan persiapan lainnya. Namun, ada sedikit berbeda yaitu soal jam keberangkatan, karena kita menyesuaikan jadwal dan kondisi cuaca dari BMKG terkait status gunung Marapi yang ada di Padang,” lanjut Khairil.

Sementara itu, Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Bengkulu H. Intihan menerangkan, untuk jamaah yang jauh seperti dari kabupaten Kaur, Lebong dan Mukomuko untuk dapat mencuri start waktu lebih awal tiba di asrma haji.

“Untuk para jamaah yang dari Mukomuko, Kaur dan Lebong kita harapkan untuk dapat datang lebih awal. Karena mengingat mereka ini jauh. Terlebih lagi Lebong, ini harus memantau keadaan cuaca karena daerah mereka rawan bencana,” singkatnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *