Bengkulu – Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan menuju kawasan Pantai Panjang menjadi potret nyata persoalan lingkungan yang belum tertangani secara optimal. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika ruang publik, tetapi juga menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat, sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Fenomena ini mencerminkan lemahnya sistem pengelolaan sampah, baik dari aspek infrastruktur maupun kesadaran masyarakat. Sampah yang dibiarkan menumpuk di ruang terbuka berpotensi menyumbat saluran drainase, terutama saat curah hujan tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu terjadinya banjir serta memperburuk kualitas lingkungan hidup di sekitarnya.
Secara ekologis, keberadaan sampah yang tidak terkelola juga berkontribusi terhadap pencemaran tanah dan air. Limbah organik yang membusuk menghasilkan gas berbau menyengat, sementara sampah anorganik seperti plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Hal ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.
Dari perspektif sosial, permasalahan ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan serta minimnya kepedulian terhadap dampak jangka panjang menjadi faktor yang memperparah situasi. Padahal, ruang publik seperti jalan menuju kawasan wisata seharusnya mencerminkan wajah daerah yang bersih, nyaman, dan layak dikunjungi.
Upaya penanganan masalah ini memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah, seperti penyediaan tempat pembuangan yang memadai serta optimalisasi sistem pengangkutan sampah. Di sisi lain, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Dengan demikian, persoalan sampah tidak dapat dipandang sebagai masalah sepele. Apa yang diabaikan hari ini berpotensi menjadi bencana di masa mendatang. Oleh karena itu, langkah nyata dan berkelanjutan sangat diperlukan agar lingkungan tetap terjaga dan kualitas hidup masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Artikel ini dibuat oleh Suci Amelia, Mahasiswa Universitas Negeri Bengkulu (UNIB).
