Cegah Kriminalitas dan Kecelakaan, Air Meles Bawah Pasang CCTV di Tiga Titik Vital

Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan dan Penetapan Titik Nol Tahun Anggaran 2026 di balai desa (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – Pemerintah Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 18 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekaligus menggelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan dan Penetapan Titik Nol Tahun Anggaran 2026 di balai desa setempat, Rabu (17/6/2026).

Kepala Desa Air Meles Bawah, Suprojo, mengatakan setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp1.800.000 yang merupakan akumulasi BLT selama enam bulan dengan nominal Rp300.000 per bulan.

“Agenda hari ini yang pertama adalah pembagian BLT kepada 18 KPM. Bantuan diberikan selama enam bulan, masing-masing Rp300 ribu per bulan sehingga total yang diterima setiap KPM sebesar Rp1.800.000,” ujar Suprojo.

Selain penyaluran BLT, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penetapan titik nol sejumlah pembangunan yang akan dilaksanakan menggunakan Dana Desa tahun 2026.

Adapun pembangunan yang akan dikerjakan meliputi pembuatan drainase atau SPAL sepanjang 270 meter yang berlokasi di Dusun 2 dan Dusun 3. Kemudian pembangunan rabat beton sepanjang 30 meter yang dilengkapi gorong-gorong di Dusun 1.

Pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran untuk pemasangan tiga unit CCTV di sejumlah titik strategis, yakni di Dusun 1, Dusun 2 dan akses menuju Dusun 4. Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi di Dusun 6 juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa.

Tidak hanya itu, rehabilitasi kantor desa turut menjadi prioritas, meliputi perbaikan saluran pembuangan air dari fasilitas kamar kecil serta pengecatan bangunan kantor desa.

Menurut Suprojo, pemasangan CCTV dinilai penting karena Desa Air Meles Bawah merupakan wilayah yang berada di jalur perlintasan antar desa, kelurahan dan kecamatan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat, terutama pada pagi dan sore hari.

“Jalan-jalan yang ada di desa ini cukup ramai dan memiliki potensi kerawanan, baik kecelakaan maupun gangguan keamanan lainnya. Dengan adanya CCTV di titik-titik vital seperti perempatan dan pertigaan, kami berharap dapat membantu pengawasan serta mengurangi hal-hal negatif yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekaman CCTV nantinya dapat dipantau melalui monitor yang tersedia di kantor desa dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dokumentasi apabila terjadi peristiwa tertentu di sekitar lokasi pemasangan.

“Dengan adanya CCTV ini, apabila terjadi permasalahan di sekitar jalan yang dipasang kamera pengawas, rekamannya dapat digunakan sebagai bahan informasi dan dokumentasi untuk membantu penyelesaian masalah,” pungkasnya. (Jk)