Rejang Lebong – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, tahun ini tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Dusun III dengan melibatkan masyarakat dari Dusun I hingga Dusun V, Jumat (3/7/2026)
Warga tampak bergotong royong mempersiapkan pelaksanaan acara. Kaum bapak bahu-membahu membangun panggung, sementara para ibu memasak serta menyiapkan berbagai hidangan
Gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, didampingi Babinsa, tokoh adat, tokoh agama, serta warga Desa Air Meles Atas.

Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, mengatakan pemusatan kegiatan dilakukan agar perayaan Sedekah Bumi tahun ini lebih meriah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Selama ini Sedekah Bumi dilaksanakan secara sederhana di masing-masing dusun. Tahun ini kita satukan di Dusun III karena rangkaian acaranya cukup padat, mulai dari Kedurai Agung, tari Kejei, ceramah agama, pagelaran wayang, hingga pertunjukan kuda kepang. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias karena konsepnya berbeda dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Syamsul, keputusan memusatkan kegiatan telah direncanakan sejak jauh hari agar seluruh warga dapat menikmati rangkaian acara bersama dalam satu lokasi.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Sedekah Bumi tahun ini juga menjadi simbol persatuan masyarakat yang terdiri dari dua suku, yakni Jawa dan Rejang.
“Di Desa Air Meles Atas terdapat dua suku yang hidup berdampingan, yaitu suku Jawa dan suku Rejang. Karena itu, kami menghadirkan tradisi adat dari kedua budaya tersebut dalam satu perayaan. Harapannya masyarakat semakin kompak, rukun, dan terus menjaga nilai-nilai kebersamaan,” kata Syamsul.
Rangkaian Sedekah Bumi akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan, di antaranya Kedurai Agung, tari Kejei, ceramah agama, pagelaran wayang kulit, serta pertunjukan kuda kepang yang diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat. (Jk)






