REJANG LEBONG – Pembongkaran permainan dan wahana hiburan dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong mulai berdampak terhadap aktivitas perdagangan. Sejumlah penyewa tenda tambahan memilih pindah setelah wahana permainan tidak lagi berada di lokasi semula.
Akibatnya, belasan tenda UMKM kini terlihat kosong dan dikhawatirkan menimbulkan kerugian besar.
Kondisi tersebut disampaikan oleh penyedia jasa tenda berinisial (I). Ia mengungkapkan, sejak awal tenda tambahan sengaja disewa dan disiapkan untuk menampung pedagang UMKM yang tidak mendapatkan tempat di tenda milik Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Namun, setelah permainan dan wahana hiburan dibongkar, situasi di sekitar tenda tambahan mengalami perubahan. Sejumlah pedagang yang sebelumnya menyewa tempat mulai meninggalkan lokasi karena dinilai tidak lagi memiliki daya tarik pengunjung seperti sebelumnya.
“Banyak penyewa tenda tambahan yang pindah sejak permainan dan wahana dibongkar. Sekarang belasan tenda UMKM sudah kosong. Jelas kondisi ini membuat kami berpotensi mengalami kerugian yang sangat besar,” ungkap (I).
Ia menjelaskan, penyediaan tenda tambahan tersebut merupakan bentuk upaya membantu para pedagang UMKM yang sejak awal tidak tertampung di fasilitas tenda yang disediakan Pemkab Rejang Lebong.
Keberadaan wahana permainan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi pedagang. Kehadiran hiburan keluarga, terutama permainan anak-anak, diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sehingga memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan.
“Kami menyewa tenda tambahan karena dari awal banyak pedagang UMKM tidak mendapatkan tempat di tenda Pemkab Rejang Lebong. Harapan kami, semua bisa ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini. Namun, setelah wahana dibongkar, pedagang justru banyak yang meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Ia berharap pihak panitia dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan sekaligus mencari solusi atas kondisi tersebut. Sebab, kegiatan yang mengusung semangat pesta rakyat semestinya tidak hanya menghadirkan kemeriahan seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya penyedia tenda yang menanggung risiko kerugian, tetapi juga para pedagang kecil yang sebelumnya berharap mendapatkan tambahan penghasilan melalui Gebyar Semarak Merah Putih. (Jk)
