Program CSR dan Brigade Pangan Diresmikan, Petani Rejang Lebong Didorong Lebih Mandiri

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong secara resmi meluncurkan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sekaligus mengukuhkan Brigade Pangan di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang (foto; dok)

Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong secara resmi meluncurkan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sekaligus mengukuhkan Brigade Pangan di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Jumat (08/08). Peluncuran ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperluas areal tanam di wilayah tersebut.

Program CSR di Desa Tanjung Gelang melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan luas lahan yang dicetak mencapai 604 hektare. Secara keseluruhan, total realisasi program CSR di Kabupaten Rejang Lebong tahun ini mencapai 1.074 hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas lahan garapan, serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Bupati Rejang Lebong, M Fikri Thobari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, Kabupaten Rejang Lebong optimis mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya secara mandiri, bahkan menjadi penopang ketahanan pangan untuk Provinsi Bengkulu.

“Melalui program CSR ini, kita tidak hanya mencetak lahan baru, tetapi juga mencetak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat petani. Ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk menjadikan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan provinsi,” ujar Bupati Fikri.

Fikri menambahkan, Pengukuhan Brigade Pangan turut menjadi bagian penting dalam acara ini. Brigade ini akan berperan sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani, mengawal proses tanam hingga panen, serta menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat, peluncuran program CSR dan Brigade Pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan taraf hidup petani dan menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan utama ekonomi daerah,” tutup Bupati. (Jk)