REJANG LEBONG – Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong Daerah Pemilihan (Dapil) IV melaksanakan kegiatan reses di Kantor Desa Air Meles Bawah, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (25/01/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam sesi dialog, salah satu aspirasi yang paling disoroti warga adalah terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Warga mengaku merasa khawatir dan ragu menggunakan BPJS karena takut sewaktu-waktu kepesertaannya kembali dinonaktifkan, terutama saat membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Asep, yang hadir dalam kegiatan reses itu, memberikan penjelasan terkait kondisi terkini BPJS Kesehatan di daerah.
Asep menyampaikan bahwa penonaktifan sebagian kepesertaan BPJS Kesehatan terjadi akibat keterbatasan anggaran daerah yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah.
“Untuk BPJS saat ini memang berkaitan dengan kondisi anggaran daerah. Ada beberapa kepesertaan yang terpaksa dinonaktifkan karena keterbatasan anggaran yang tersedia,” jelas Asep di hadapan warga.
Meski demikian, Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak lepas tangan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat. Ia memastikan bahwa pemerintah tetap memberikan bantuan, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan medis serius.
“Apabila memang pasien tersebut sedang dirawat di rumah sakit, atau membutuhkan perawatan rutin dan berkelanjutan, maka BPJS-nya tetap bisa diaktifkan kembali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk berobat dan tetap memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Menurutnya, pelayanan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir. Pemerintah daerah akan selalu berupaya membantu masyarakat, terutama dalam hal pelayanan kesehatan dan penjagaan kesehatan,” tutupnya. (Jk)






