Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan pengembangan wilayah Bengkulu akan dikebut. Sehingga kemajuan Bengkulu bisa semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rohidin usai mengikuti Rapat Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Bengkulu bersama Kemenko Maritim dan Investasi via Virtual Meeting, di Kantor Bappeda Pemkab Bengkulu Selatan, Rabu (14/04).

Lanjut Gubernur Bengkulu lulusan terbaik UGM ini, dari rapat bersama Menko Kemaritiman dan Investasi, dihadiri langsung oleh Mendagri, kemudian Menteri ATR/BPN, Menteri Perhubungan dan beberapa Direktur BUMN, ASDP, Pelindo dan HK, disepakati progres pembangunan jalan Tol Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau tahap 2 terus dilanjutkan.

“Terkait percepatan infrastruktur dan pengembangan wilayah Bengkulu, tadi disepakati bahwa progres pembangunan Tol harus terus berjalan sesuai dengan jadwal,” jelas Gubernur Rohidin.

Selanjutnya, pembangunan SPAM Regional KOBEMA yang ada di Benteng untuk Kota Bengkulu dan Seluma juga on progress.

Kemudian pengembangan pembangunan infrastruktur di Enggano. Ada dua pelabuhan Kahyapu dan Malakoni, termasuk pelabuhan udara Pulau Enggano dan Lingkar Luar Pulau Enggano.

Gubernur Rohidin juga mengusulkan untuk membangun pertanian terpadu berbasis hutan kemasyarakatan, yang terintegrasi antara Mukomuko dan Bengkulu Utara. Di mana hutan berbasis kemasyarakatan itu yang sudah dilepas oleh Kementerian Kehutanan itu lebih kurang 25 Ribu Ha,

“Kita targetkan sampai 40 Ribu Ha, kalau port estete berbasis hutan kemasyarakatan bisa kita lakukan tentu produktifitas kawasan hutan akan lebih baik dan pendapatan masyarakat juga lebih bagus,” imbuhnya.

Terakhir akan ada rapat khusus terkait penyelesaian status Lapangan Terbang 1 dan 2 ini di Padang Panjang Bengkulu Selatan ini. Saya sampaikan kepada pihak Menko, tadi direspon Menteri ATR/BPN itu akan segera diadakan rapat di tingkat menteri dan akan dilaporkan kepada bapak Presiden.

“Karena ini terkait dengan lahan yang sangat strategis yang melibatkan konflik antara sesama pemerintah, TNI AU dan Pemerintah Bengkulu Selatan, jadi pasti harus melibatkan kementerian keuangan karena berhubungan dengan aset yang harus kita selesaikan,” pungkas Gubernur Rohidin.

Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah Pusat melalui kementerian lembaga siap mendukung kemajuan Provinsi Bengkulu. Terlebih diketahui Bengkulu memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang menjanjikan, seperti potensi panas bumi, batubara dan termasuk potensi perkebunan sawit, karet dan kopi.

“Kami dari pemerintah pusat siap membackup kemajuan Provinsi Bengkulu. Ini akan kita perkuat dengan dukungan pembangunan jalan tol dan infrastruktur strategis lainnya, seperti pengembang pelabuhan Pulau Baai dan pengembangan Pulau Enggano,” jelasnya.

Ada 9 poin pokok bahasan dalam rapat bersama Menko Kemaritiman dan Investasi, dihadiri langsung oleh Mendagri, kemudian Menteri ATR/BPN, Menteri Perhubungan dan beberapa Direktur BUMN, ASDP, Pelindo dan HK, dengan Gubernur Rohidin untuk percepatan kemajuan provinsi Bengkulu.

Yaitu meliputi: 1) Tol Bengkulu- Curup- Lubuk Linggau, 2) SPAM Regional KoBeMa, 3) Pembangunan Pulau Enggano, 4) Pelabuhan Nelayan di Pasar Seluma, 5) Food Estate yang berbasis hutan kemasyarakatan, 6) Terminal tipe A di Air Sebakul, 7) KEK Pulau Baai, 8) Penyelesaian Status Lahan Lapter II di Kawasan Perkantoran Padang Panjang Bengkulu Selatan, dan 9) Pengendalian Banjir Sungai Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here