Kaur – Bobi Pradesha, S. Spd suami dari keluarga pasien melahirkan mengeluhkan stok obat yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  kosong.

Diceritakan Bobi, saat istrinya hendak melahirkan dirinya terpaksa harus membeli obat di luar Apotek RSUD, saat istrinya hendak menjalani oprasi persalinan, dengan kejadian ini Bobi sebagai kepala keluarga sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan di Kaur, padahal dirinya sudah pengguna BPJS Kesehatan.

“Saya sangat menyayangkan kekosongan obat terjadi di RSUD Kaur ini, masih belum bisa menanggulangi hal ini (obat untuk penanganan persalinan istrinya),” ungkap Bobi, kepada nuansabengkulu.com, jum’at, 11:00 WIB (13/08/21) .

Dirinya berharap, Dinas Kesehatan (dinkes) Kaur cepat tanggap menanggapi persoalan ini.

“Dinkes harus cepat tanggap, untuk segera menganggarkan masalah obat-obatan, tentunya kesehatan masyarakat Kaur harus diprioritaskan, ” tambah Bobi Pradesha, warga Kasuk Baru Kecamatan Tetap.

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSUD Kaur dr. Leppi menjelaskan bahwa ada sebagian obat ada yang kosong. Leppi menyebut, pihaknya saat ini masih berbenah untuk ketersediaan obat di RSUD Kaur.

“Untuk masalah obat memang untuk sebagian ada yang kosong, karena sedang dalam pengiriman, kami baru berbenah untuk belanja obat dikarenakan masih banyak tagihan yang belum terbayarkan. Akibatnya perusahaan besar farmasi masih mengunci untuk pemesanan, saat ini sudah kami benahi perlahan–lahan untuk ketersediaan obat, ” papar dr. Leppi, seperti dikutip khontakpublik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here