Bengkulu – Gubernur Rohidin Mersyah, Selasa Pagi 24/08, menyerahkan 169 oksigen konsentrator yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI kepada Rumah Sakit rujukan COVID-19 se Provinsi Bengkulu.

“Hari ini kita kembali mendapatkan bantuan berupa oksigen konsentrator, artinya ketersedian oksigen bagi pasien COVID-19 mudah-mudahan dapat terpenuhi apalagi kondisi sekarang wabah semakin melandai,” ujarnya.

Dijelaskan Gubernur Rohidin, oksigen konsentarator yang mampu menghasilkan 8 liter oksigen permenit ini distribusikan secara proporsional, sesuai tingkat kejadian dan penanganan kasus di masing-masing Rumah Sakit Rujukan.

Selain oksigen konsentrator, dalam kesempatan ini juga diserahkan Vaccin Carrier bantuan dari pemerintah Provinsi Bengkulu untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Vaccin Carrier ini diharapkan dapat membantu dinas kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi di lapangan.

Dirinya berpesan untuk menjaga dan memelihara alat kesehatan yang ada dengan baik. Khusus alat baru harus dibuat pelatihan penggunaannya, sehingga peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit akan semakin terasa.

“Sekarang kita juga sedang mengusulkan bantuan beberapa perusahaan terkait dengan pengadaan swab antigen dan PCR termasuk pengadaan mobil vaksinasi keliling. Mobile vaccin juga harus kita adakan agar progres pelaksaan vaksin di lapangan betul-betul bisa dicapai secara bersama,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menerangkan, pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari program Satgas pengendalian oksigen yang dibentuk gubernur beberapa waktu lalu.

Berdasarkan evaluasi terhadap kelangkaan oksigen yang dihadapi beberapa lalu akibat peningkatan kasus COVID yang dirawat di rumah sakit rujukan, tim Satgas melakukan berbagai upaya mengatasi kekurangan suplay oksigen. Hasilnya Provinsi Bengkulu pada tahap awal mendapatkan 169 oksigen konsentrator dari kementerian Kesehatan RI.

Lebih lanjut disampaikan Herwan, saat ini 8 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bengkulu berstatus PPKM level 3. Sementara Kabupaten Seluma dan Kaur berstatus PPKM level 2.

“Alhamdulillah artinya terjadi penurunan, kita harapkan yang level 3 bisa turun level 2. Yang level 2 bisa turun level 1. Harapan kita jika sudah level 1, aktifitas kegiatan masyarakat seperti sekolah, perkantoran dan pusat perbelanjaan sudah semakin terbuka,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here