Jakarta – Nama anggota DPR RI, Sahroni, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyinggung aksi demonstrasi bertajuk “Bubarkan DPR”. Kontroversi bermula ketika ia menanggapi rencana aksi protes atas kenaikan tunjangan dan fasilitas rumah dinas anggota dewan yang nilainya mencapai sekitar Rp230 juta.
Dalam pernyataannya, Sahroni menyebut bahwa tuntutan untuk membubarkan DPR adalah hal yang tidak masuk akal. Ia bahkan melontarkan kalimat yang memicu kemarahan publik.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ujar Sahroni, dikutip Harian Massa, Jumat (29/8/2025).
Ucapan tersebut segera viral dan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Kritik berdatangan dari aktivis, akademisi, hingga masyarakat umum yang menilai bahwa seorang wakil rakyat seharusnya menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, apalagi saat berbicara mengenai suara rakyat.
Merasa pernyataannya disalahartikan, Sahroni kemudian memberikan klarifikasi. Ia menyebut bahwa kata “tolol” yang dilontarkannya bukan ditujukan langsung kepada para pendemo, melainkan sebagai bentuk ungkapan spontan.
“Yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek… enggak ada itu bahasa gue,” terangnya.
Namun, klarifikasi tersebut tampaknya belum mampu meredam kemarahan publik. Aksi besar-besaran bertajuk “Bubarkan DPR” benar-benar terjadi pada 25 Agustus 2025, di sejumlah kota besar Indonesia. Massa aksi menuntut agar DPR lebih transparan dalam penggunaan anggaran, serta meninjau ulang kebijakan kenaikan tunjangan dan fasilitas yang dinilai tidak peka terhadap kondisi rakyat. (Rls)