Kota Bintuhan – Setelah ‘Bertarung’ di ‘Gelanggang’ Pesta Akbar Demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 28 Pebruari 2021, akhirnya Mahyen Hasbulah, 40 tahun, resmi menjadi Kepala Desa Harapan Masyarakat di Desa kelahirannya, Nusuk, Kecamatan Semidang Gumay, Kabupaten Kaur.

 “ Akan saya laksanakan Amanah ini dengan baik semata-mata untuk kepentingan masyarakat, baik perekonomiannya, kesehatannya maupun pendidikannya. Itulah tujuan terbesar saya saat memutuskna untuk maju sebagai Calon Kepala Desa. Dan Alhamdulillah, masyarakat sudah memilih saya,” ucap Mahyen, saat ditemui awak media Online nuansabengkulu.com usai dilantik sebagai Kades Periode 2021 – 2027 oleh Bupati Kaur, Gusril Fausi bersama 110 Kades terpilih lain dari 15 Kecamatan se-Kabupaten Kaur, di gedung Serba Guna Pemda Kaur, Senin 5 April 2021.

Seorang Mahyen, selama ini memang merupakan figur yang familiar bagi masyarakat Desa Nusuk. Tidak pernah sekalipun Mahyen absen setiap ada kegiatan Desa, baik itu kegiatan sosial, keagamaan, pernikahan, orang sakit atau meninggal dunia, termasuk kegiatan remaja, tidak pernah sekalipun Mahyen tidak melibatkan diri.

 Dalam kehidupan sehari-hari, Mahyen juga dikenal sebagai seorang Pengusaha Penampung/Pembeli Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, karena mayoritas kehidupan masyarakat Desa Nusuk memang Petani Sawit.  Itu maknaennya, sebelum menjadi Kepala Desa selain Mahyen banyak menciptakan lapangan kerja bagi Warga, secara ekonomi juga dapat dikatagorikan cukup mumpuni.

 “Oleh karena itu, setelah menjabat sebagai Kepala Desa, rasanya  kecil kemungkinan bagi seorang Mahyen akan melakukan tindakan tercela, misalnya Korupsi. Jadi memang sudah tepat jika mayoritas masyarakat Desa Nusuk memberinya kepercayaan menjadi Kades,” ungkap beberapa warga setempat tetapi menolak ditulis namanya dengan alasan tidak ingin memperuncing persaingan yang sempat mengemuka di Pilkades beberapa waktu lalu.

 Mahyen sendiri, saat ditanya berapa orang yang menjadi rivalnya di Pilkades, dan berapa persen keunggulan suara pemilih yang diperoleh, dengan bijak mengatakan, masalah tersebut tidak perlu lagi dibahas atau dibicarakan.

 “ Pilkades sudah selesai. Lupakan fenomena dukung-mendukung. Tidak ada lagi si A mendungkung si B, dan si C mendukung si D. Yang ada saat ini adalah seluruh Warga Desa Nusuk adalah masyarakat saya, keluarga besar saya. Lagi pula, untuk menjadi saudara. Kita tidak harus Terlahir dari Rahim yang sama. Bersama mereka, saya akan bahu-membahu membangun Desa Nusuk agar ke depan jauh labih baik lagi, dan kehidupan masyarakatnya makin sejahtera,” papar Mahyen, mengakhiri bincang-bincangnya dengan awak media Online. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here